Lawan Virus Corona Wuhan, Pemerintah Beijing Gunakan Obat HIV

Kompas.com - 27/01/2020, 07:07 WIB
Ilustrasi Virus Corona Stocktrek Images/Getty ImagesIlustrasi Virus Corona

KOMPAS.com - Pemerintahan kota Beijing, China mengumumkan pada hari Minggu (26/1/2020) bahwa rumah sakit di kota tersebut menggunakan obat HIV untuk melawan virus corona Wuhan yang sedang mewabah.

Dilansir dari South China Morning Post, Minggu (26/1/2020); Komisi Kesehatan Kota Beijing merekomendasikan dua tablet kombinasi lopinavir dan ritonavir yang dijual dengan merek Kaletra oleh AbbVie, Inc. dua kali sehari bagi pasien yang terinfeksi.

Pasien juga diberi satu dosis alpha-interpheron melalui nebulisasi dua kali sehari.

Dua obat HIV tersebut, yakni Lopinavir dan Ritonavir, merupakan obat antiretroviral yang digunakan dalam bentuk kombinasi untuk memblokir kemampuan virus HIV dalam mengikat pada sel-sel sehat dan bereproduksi.

Baca juga: [Update 26 Januari] Virus Corona Terdeteksi di 13 Negara, Indonesia Negatif

Penggunaan obat HIV untuk melawan virus corona Wuhan telah dilaksanakan di Beijing Ditan Hospital, Beijing Youan Hospital, dan No 5 Medical Center of PLA General Hospital sebagai upaya untuk mengontrol penyebaran penyakit.

Langkah ini memang menunjukkan potensi yang menjanjikan, seperti diungkapkan dalam studi baru yang dipublikasikan lewat jurnal The Lancet pada hari Rabu (24/1/2020).

Studi terhadap 41 kasus virus corona Wuhan di China itu menemukan bahwa penggunaan obat HIV seperti yang digunakan untuk melawan SARS, virus corona lain yang sempat menjadi wabah pada 2002-2003, menunjukkan "keuntungan klinis substansial".

Namun, para penulis studi yang merupakan pakar dari berbagai institusi medis China juga menegaskan bahwa hingga saat ini, metode tersebut belum terbukti efektif.

Baca juga: Jadi Korban, Pakar China Sebut Virus Corona Bisa Ditularkan Lewat Mata

"Tidak ada perawatan antiviral untuk infeksi virus corona yang telah terbukti efektif," tulis mereka.

"Dalam sebuah studi kontrol bersejarah, kombinasi lopinavir dan ritonavir di antara pasien SARS-CoV diasosiasikan dengan keuntungan klinis substansial (lebih sedikit hasil klinis yang tidak diinginkan)," imbuh mereka.

Sementara itu, pada hari Sabtu (25/1/2020), Zhong Nanshan yang memimpin tim pakar bentukan pemerintah Beijing untuk mengontrol wabah virus corona Wuhan mengungkapkan kepada Guangzhou Daily bahwa obat untuk menangani virus corona Wuhan sudah ada dan aman untuk digunakan.

Akan tetapi, efektifitas obat ini untuk melawan virus corona masih perlu diobservasi lebih lanjut.

Baca juga: Pasien RSPI Sulianti Saroso Negatif Virus Corona, tapi Mengidap ISPA

Zhong pun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai obat tersebut dan lebih menegaskan pentingnya deteksi dini dan karantina sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona Wuhan.

Dia mengatakan, jika pasien yang terinfeksi dikarantina sejak dini, maka jumlah pasien pada tahap lebih lanjut akan berkurang drastis.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X