Kenali Fibrilasi Atrium Jantung, dari Gejala hingga Faktor Risikonya

Kompas.com - 24/01/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Fibrilasi atrium (FA) menjadi salah satu gangguan irama jantung atau aritmia yang paling banyak diderita.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Kardiovaskular dari RS Metropolitan Medical Centre (MMC), Prof dr dr Yoga Yuniadi SpJP(K), pada acara bertajuk "MMC Hospital Introducing: Integrated Cardiovaskular Centre" di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Apa itu FA?

Dijelaskan Yoga, FA merupakan penggumpalan darah yang terjadi di ruangan buntu yang ada di serambi kiri jantung, disebut juga kuping jantung.

Sebagian besar kasus FA adalah penyakit yang mempengaruhi struktur jantung selama bertahun-tahun. Oleh sebab itulah penderita FA ini sering ditemukan pada mereka usia lanjut.

Fibrilasi atrium (FA) paling rentan diderita pada Anda yang berusia lanjut. Kata Yoga, rata-rata pada usia 60 ke atas penderita FA mencapai 0,1-2 persen dari tingkat populasi. Sedangkan, untuk usia 80 tahun ke atas dapat mencapai prevalensi 40 persen.

Menurut Yoga, di Indonesia sendiri setidaknya ada sekitar 2,2 juta orang penderita FA.

"Prevalensi pada laki-laki dan perempuan itu hampir sama, meski lebih sedikit banyak penderita wanita," tuturnya.

Membedakan irama jantung normal dan tidak normal

"Detak atau irama sinus (jantung) yang teratur berarti itu normal. Kalau tidak teratur iramanya (denyut jantung) berarti itulah fibrilasi atrium," ujarnya.

Denyut jantung tidak teratur yaitu ketika detak irama jantung bisa terlalu cepat ataupun terlalu lambat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X