Menkes dan Praktisi Medis Khawatir Perokok Remaja Semakin Meningkat

Kompas.com - 15/01/2020, 20:32 WIB
Salah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. RADITYO HERDIANTOSalah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok.

KOMPAS.com - Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah perokok remaja meningkat menjadi 9,1 persen.

Padahal, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, perokok remaja ditargetkan tidak lebih dari 5,4 persen.

Menurut Staf Khusus Menteri Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K S Ginting SpP FCCP, kondisi tersebut diperkirakan akan meningkat.

Baca juga: Bukti Baru, Efek Buruk Rokok Lebih Mengerikan Bagi Perokok Remaja

"Kondisi ini (meningkatnya perokok remaja) yang menjadi kekhawatiran kita sekarang," kata Alex dalam acara bertajuk Pengendalian Hasil Produk Tembakau Lainnya (HTPL) di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Menurut Alex, saat ini sudah ada kecenderungan merubah perilaku dari rokok konvensional ke rokok elektronik, dan keduanya sama-sama tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Rokok elektronik, dikenal dengan berbagai jenis dan bentuk seperti vape, hookah dan lain sebagainya.

Beragam jenis rokok elektronik ini menggoda kaum anak-anak dan remaja melalui iklan yang seolah menyatakan rokok elektronik ini tidak berbahaya.

Penggunaan rokok elektronik di Indonesia semakin meningkat, kendati sama-sama memiliki kandungan nikotin.

Baca juga: Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?

 

Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan bersama para praktisi medis khawatir angka kematian dengan faktor risiko rokok nantinya juga akan lebih buruk lagi.

" Rokok elektrik ini mengancam tubuh, mengganggu respirasi dalam tubuh," ujar Alex.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X