Kompas.com - 14/01/2020, 18:45 WIB

"Tujuannya adalah untuk memahami perangkat lunak dari kehidupan," imbuh Levin.

Penelitian ini adalah program pembelajaran seumur hidup dan didanai US Defense Advanced Research Projects Agency. Bertujuan untuk menciptakan kembali proses pembelajaran biologis dalam mesin.

Namun, penelitian ini juga mendapatkan beberapa pertentangan. Peneliti senior di Oxford Uehiro Centre for Practical Ethics, Thomas Douglas mengkritik tentang status moral xenobot ini.

"Untuk orang-orang ini (ilmuwan), pertanyaan sulit dapat muncul tentang apakah xenobot ini harus diklasifikasikan sebagai makhluk hidup atau mesin," ungkap Douglas.

Baca juga: Gantikan Drone, Ahli Ciptakan Robot Kolibri untuk Misi Penyelamatan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.