Kenapa Penggemar Kecewa Chen EXO akan Menikah? Ini Kata Psikolog

Kompas.com - 14/01/2020, 18:20 WIB
Main vocal boyband EXO, Chen. SoompiMain vocal boyband EXO, Chen.


KOMPAS.com - Chen, salah satu pentolan grup band asal Korea Selatan, EXO mengumumkan akan segera menikah.

Kabar yang disampaikan langsung oleh Chen membuat banyak penggemarnya patah hati.

Bahkan, kabar rencana pernikahan Chen sampai menuai kritik pedas dari para penggemar EXO. Tidak sedikit dari mereka meminta Chen untuk hengkang dari EXO.

Menurut Psikolog Sosial dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hening Widyastuti hal ini merupakan reaksi yang wajar.

Baca juga: Segera Menikah, Bagaimana Nasib Chen di EXO? Ini Kata SM Entertainment

 

"Grup band EXO memiliki penggemar rata-rata anak muda, khususnya perempuan," ujar Hening saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Dia mengatakan pada umumnya, grup idola memiliki aturan yang menuntut anggotanya berusia muda, single dengan tampilan fisik menarik, wajah tampan dan suara merdu.

Sosok idola seperti ini merupakan dambaan dari para anak muda, terutama kaum hawa yang merupakan target pasar dari industri hiburan di Negeri Gingseng ini.

"Bicara tentang fans EXO, hampir sebagian besar adalah usia muda yang menurut Erickson, usia remaja adalah usia mencari identitas," sambung Hening.

Baca juga: Merasa Dikhianati, Penggemar Tuntut Chen Keluar dari EXO

Hening menambahkan usia remaja berkisar antara 9-18 tahun dan biasanya pada usia ini ada rasa ingin melepaskan diri dari pengaruh orangtua.

Pengaruh lingkungan di luar dan komunitas di sekitar mereka dapat turut memengaruhi perilaku mereka.

Menyukai atau menggemari sosok idola, kata Hening, apabila masih dalam kadar normal adalah hal biasa. Sebab, anak muda sedang mencari sosok yang bisa dijadikan idola.

"Akan tetapi, kalau sampai fanatik, itu berbahaya. Karena bisa mengganggu pikiran psikologis dan fisik remaja," imbuh Hening.

Interaksi parasosial penggemar EXO

Menurut dia, penggemar fanatik yang mengidolakan EXO, muncul dari ketidakseimbangan antara akal pikiran dan kenyataan. Bahkan, tidak jarang para penggemar ini bisa melakukan hal di luar nalar.

"Mereka anggap, sang idola adalah miliknya dan orang lain tidak boleh memilikinya. Sang idola, belahan jiwanya, bila pacaran atau menikah, maka hancurlah hati penggemar," jelas Hening.

Hening menyebut reaksi yang ditunjukkan para penggemar Chen maupun EXO ini, dapat disebut sebagai salah satu bentuk interaksi parasosial.

"Interaksi parasosial ini, di mana fans mengikuti kehidupan sedetil-detilnya sang idola," sambungnya.Baca juga: 8 Fakta dan Gosip Seputar Rencana Pernikahan Chen EXO

Peranan orang-orang sekitar untuk mengantisipasi perilaku ini dari anak muda tidak terlepas dari pendampingan orangtua dan guru.

Hening menilai orangtua maupun guru sebagai pendamping dapat konsisten dalam memberikan masukan mengenai banyak hal.

Menggemari grup musik idola, seperti EXO, cukup dengan mendengarkan dan melihat penampilan mereka saja.

Hening mengatakan perlunya menyadarkan mereka untuk mengambil nilai positifnya mengenai kreativitas anak muda yang tidak melulu konsumtif.

"Seandainya mengidolakan mereka, maka berpikir dan bertindak kreatif apalagi bisa menghibur dan bermanfaat untuk orang banyak, syukur-syukur menghasilkan uang," jelas Hening.

Baca juga: 5 Fakta Chen, Member EXO Pertama yang Akan Menikah dan Jadi Ayah



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X