Kompas.com - 14/01/2020, 08:03 WIB
Distribusi dislokasi, deformasi, penjalaran tsunami dan tinggi tsunami maksimum akibat gempa Mentawai 2010 Yue dkkDistribusi dislokasi, deformasi, penjalaran tsunami dan tinggi tsunami maksimum akibat gempa Mentawai 2010

Hal itu terjadi karena gempabumi tersebut terjadi di sedimen lunak dekat dengan dasar laut di zona subduksi atau daerah di mana satu lempeng di bawah daripada lainnya.

Sehingga, gempa bumi itu menciptakan lebih banyak pergerakan daripada gempa yang terjadi di hard rock.

Lalu, karena gempa bumi tidak bergoyang seperti gempa biasa, orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka perlu mengungsi?

Para ilmuwan telah mempelajari gempa-gempa ini untuk sementara waktu, tetapi belum ada catatan yang hampir sama seperti gempa bumi di Mentawai pada tahun 2010 tersebut.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Mentawai, Ada Sejarah Lindu Kuat di Sana

Setelah menganalisis data dari gempa, Sahakian mengatakan, dia pikir mungkin bagi para peneliti untuk menggunakan sumber data yang tidak terduga untuk mengidentifikasi gempa bumi tsunami.

Pengukuran suatu hari nanti bisa memungkinkan para ilmuwan untuk memperingatkan penduduk untuk berlindung atau mengungsi sebelum terlambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami pikir kami telah menemukan cara baru untuk mengidentifikasi gempa tsunami di masa depan, lebih cepat," tulis Sahakian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.