Kompas.com - 10/01/2020, 09:23 WIB
Wilayah RW 008, Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi masih terendam lumpur setinggi betis orang dewasa sepekan lebih usai Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWilayah RW 008, Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi masih terendam lumpur setinggi betis orang dewasa sepekan lebih usai Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020).

"Itu mereka (masyarakat Jerman) memang sampe segitunya aware. Sedangkan saya di sini (Indonesia) kan dekat sungai, kadang enggak aware juga," tuturnya.

Setiap individu yang ada di sekitar sungai di Jerman paham, bahwa usai ada banjir, masyarakat tahu apa yang perlu mereka lakukan dan itu selaras dengan program dan imbauan dari pemerintah.

"Apa yang dilakukan pemerintah ketangkep sama masyarakat, jadi enggak bertentangan," kata dia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya, tidak semua sungai bisa dilakukan naturalisasi, juga tidak semuanya bisa dilakukan normalisasi.

Ditegaskan Ayu, baik itu kebijakan sungai akan dinaturalisai ataupun dinormalisasikan, kalau berjalan sendiri-sendiri tetap tidak akan optimal.

Semua elemen masyarakat, dari masyarakat sipil, stakeholder atau pelaku industri, dan pemangku kebijkan atau pemerintah haruslah satu tujuan dan pemahaman.

Masyarakat perlu secara intensif diberikan edukasi dan pemahaman betapa berbahayanya dampak dari perubahan iklim terhadap berbagai bencana alam, termasuk salah satunya banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika masyarakat atupun pemangku kebijakan di Indonesia selalu menganggap banjir ini hanya sebagai persoalan rutin saja, maka menurut Ayu, hal mendasar dari bencana dan rusaknya kondisi alam akan terus terjadi.

Baca juga: Ahli LIPI: Banjir Jakarta Bukan Kejadian Rutin, tapi Risiko Bencana

"Jika menganggap sebagai rutinitas saja, maka banyak elemen masyarakat akan mengatasi bencana banjir dengan cara masing-masing dan tidak berkesinambungan antar masyarkat, pelaku industri dan pemerintah," kata dia.

Padahal, ketika setidaknya belajar dari beberapa yang telah disebutkan oleh Ayu, poin terpenting dari penanganan dampak bencana dari perubahan iklim ini adalah intregitas, pengetahuan, kesamaan paham persepsi kondisi alam, dan tingkat kesadaran beradaptasi secara transformatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.