Tanda Perubahan Iklim Semakin Jelas, Sudah Sadarkah Kita?

Kompas.com - 09/01/2020, 17:32 WIB
Petugas memantau kebakaran hutan yang melanda Gunung Semeru terlihat dari Kalimati, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019). Akibat kejadian ini pendakian ke Gunung Semeru ditutup sementara. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPetugas memantau kebakaran hutan yang melanda Gunung Semeru terlihat dari Kalimati, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019). Akibat kejadian ini pendakian ke Gunung Semeru ditutup sementara.

KOMPAS.com - Meski tanda-tanda perubahan iklim sudah semakin terlihat dan dirasakan, tetapi masyarakat masih belum menyadari bahwa semua hal itu terkait dengan perubahan iklim.

Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gusti Ayu Ketut Surtiari mengatakan, banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa saat ini kita semua tengah menghadapi perubahan iklim.

Dahulu, petani bisa membaca aktivitas dengan tanda-tanda dari alam, baik itu waktu untuk menanam, memanen dan lain sebagainya.

"Sekarang kan enggak lagi match (sesuai)," kata Ayu dalam sebuah acara bertajuk "Banjir Ibu Kota: Potret Aspek Hidrologi dan Ekologi Manusia", Jakarta, Selasa (7/1/2019).

Baca juga: Ahli LIPI: Banjir Jakarta Bukan Kejadian Rutin, tapi Risiko Bencana

Saat ini, ketika petani memprediksikan waktu menanam, ternyata air dan hujan tidak ada pada akhirnya merugi.

Begitupun, ketika seharusnya panen, kondisi alam kemudian bisa tiba-tiba terjadi curah hujan tinggi dan banjir, maka petani akan merugi kembali.

Namun, meski secara jelas bahwa tanda-tanda alam sudah tidak sesuai dengan pola tanam mereka, banyak di antaranya yang masih tidak menyadari perubahan iklim ini sedang terjadi.

Tidak hanya itu, di perkotaan juga sudah ada tanda-tanda efek dari perubahan iklim, tetapi masih belum disadari masyarakat.

"Yang kita lakukan (penelitian) di Semarang sama Bandung, kata mereka "iya sih tambah panas (cuacanya), tambah panas" tapi mereka masih enggak ngeh (sadar) itu dampak perubahan iklim," kata Ayu.

Hal itu dikarenakan pola pikir masyarakat yang selalu memudahkan pikiran, perubahan kondisi cuaca yang semakin ekstrem itu hanyalah karena pertambahan penduduk ataupun bangunan saja.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X