Kompas.com - 08/01/2020, 13:04 WIB
Lokasi gempa Aceh, Selasa (7/1/2020). USGSLokasi gempa Aceh, Selasa (7/1/2020).

KOMPAS.com - Gempabumi berlokasi di laut pada jarak 19 arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada pukul 13.05 WIB, Selasa (7/1/2020), tidak berpotensi tsunami.

Titik episenter gempabumi tektonik tersebut berada pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT, di sekitar wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,1.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Aceh, Ada Aktivitas di Zona Megathrust

Disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati MSc, bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya 20 km, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal.

Gempabumi dangkal ini akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di Lempeng Eurasia di Barat Sumatera.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik atau Thrust Fault," kata Dwikorita, Selasa (7/1/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampak gempabumi

Kondisi siang hari, dampak gempabumi itu sendiri dirasakan dengan skala yang berbeda-beda.

Skala IV MMI yaitu getaran yang dirasakan seperti rumah bergetar dan bergoyang, di wilayah Simeulue.

Skala III MMI yaitu kondisi getaran dirasakan nyata dalam rumah seolah ada truk berlalu, di wilayah Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli.

Baca juga: Sepanjang 2019, Indonesia Mengalami 11.573 Gempa Tektonik

Skala II sampai III MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, di wilayah Medan, Nias Barat dan Meulaboh.

"Hingga saat ini dilaporkan terjadi kerusakan ringan di Simeulue, beberapa kantor di antaranya kantor MPU Simeulue mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan dinding retak," ujarnya.

Meskipun demikian, kata Dwikorita, dari hasil pemodelan gempabumi ini menunjukkan tidak berpotensi tsunami.

Gempa susulan

Hingga hari Selasa (7/1/2020) pada pukul 15.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada empat aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar yaitu M=4,1 dan magnitudo terkecil yaitu M=2,6.

Rekomendasi BMKG

Dari peristiwa yang terjadi ini, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta untuk sebisa mungkin menghindari diri dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukuo tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG uang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.