Ahli Klaim Transplantasi Kepala Manusia Bisa Dilakukan pada 2030

Kompas.com - 02/01/2020, 13:04 WIB
Ilustrasi operasi bedah. THINKSTOCKIlustrasi operasi bedah.

KOMPAS.COM - Seorang mantan ahli bedah saraf National Health Service (NHS) mengatakan transplantasi atau cangkok kepala manusia akan bisa dilakukan dalam satu dekade mendatang. Ia menganggap dirinya dapat memindahkan kesadaran seseorang ke tubuh lain.

Bruce Mathew, mantan pemimpin klinis untuk bedah saraf di Hull University Teaching Hospitals NHS Trust bekerja sama dengan pendiri Institute of Futurology Michael Lee, sedang mengerjakan sebuah novel fiksi ilmiah.

Dia menjelaskan, dalam proses transplantasi kepala seseorang, ahli bedah juga harus memindahkan seluruh sumsum tulang belakang mereka ke tubuh lain. Hingga saat ini, metode tersebut dinilai konyol.

Namun, Hull yang sudah berusia 63 tahun menegaskan bahwa sangat memungkinkan untuk memasang kembali seluruh sumsum tulang belakang dan kepala ke badan lain sebelum 2030 seiring kemajuan dalam bedah saraf, robotika, dan transplantasi sel induk.

“Awalnya niat kami adalah untuk bertukar pikiran tentang ide dan itu tampak agak konyol, tetapi kemudian saya menyadari, sebenarnya itu tidak (konyol). Jika Anda mentransplantasikan otak dan menyatukan otak dan sumsum tulang belakang, itu sebenarnya bukan tidak mungkin," ujarnya kepada The Telegraph.

“Tali tulang belakang adalah hal yang paling dalam yang bisa dibayangkan. Anda perlu menjaga otak terhubung ke sumsum tulang belakang. Gagasan bahwa Anda memotong belahan tulang belakang itu benar-benar menggelikan,” sambungnya seperti dilansir Independent (22/12/2019).

Baca juga: Diklaim Lebih Aman, Ginjal untuk Cangkok Dikirim dengan Drone

Salah satu ilmuwan yang lebih terkenal di bidang transplantasi kepala, Sergio Canavero, pada 2017 mengklaim telah melakukan transplantasi yang sukses pada mayat manusia berdasarkan metode pemutaran sumsum tulang belakang di pangkal leher.

Dia mengklaim stimulasi listrik membuktikan itu berhasil. Tetapi ilmuwan lain mengkritik klaim itu dan menunjuk klaim keberhasilannya sebelumnya dengan seekor monyet, yang tidak pernah sadar kembali dan akan tetap lumpuh jika melakukannya.

Menurut Mathew, menjaga sumsum tulang belakang agar tetap utuh memang menakutkan, namun ia percaya hal tersebut akan berhasil dengan teknologi modern zaman sekarang.

“Saat ini, Anda dapat menghubungkan satu atau dua saraf. Tetapi dengan robot dan kecerdasan buatan, kami akan segera dapat melakukan 200 saraf. Anda akan melepas semua tulang belakang, sehingga Anda bisa jatuh di seluruh otak dan sumsum tulang belakang dan sacral lumbar ke dalam tubuh baru," tutur Mathew.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X