Kompas.com - 01/01/2020, 20:04 WIB

KOMPAS.com - Ribuan kejadian gempa terjadi di Indonesia pada tahun 2019. Setidaknya ada 17 kejadian gempa bumi yang paling merusak.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof Dwikorita Karnawati MSc PhD mengatakan, potensi bencana itu terjadi karena Indonesia menjadi tempat pertemuan lempeng tektonik benua besar.

Lempeng yang dimaksudkan tersebut yaitu, lempeng Eurasia, Australia, dan lempeng Pasifik, sehingga menjadi jalur sabuk gung api akibat penunjaman lempeng tektonik tersebut.

Dijelaskan Dwikorita, frekuensi gempabumi hingga 26 Desember 2019, dari catatan BMKG didapatkan angka gempa yang terjadi yaitu 11.573 kejadian di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Sepanjang 2019, Indonesia Mengalami 11.573 Gempa Tektonik

"Di antara gempa tersebut, 17 gempa menyebabkan korban jiwa dan kerusakan," kata dia.

Sementara terdapat 344 gempa berkekuatan lebih dari 5 Magnitudo, dan sebanyak 1.107 gempa yang dirasakan getarannya oleh masyarakat.

Berikut Gempabumi yang merusak pada tahun 2019:

  1. Tapanuli Utara (M 5,0)
  2. Kepulauan Aru (M 6,6)
  3. Kepulauan Mentawai (M 6,0)
  4. Kepulauan Morotai (M 5,3)
  5. Kabupaten Solok (M 5,6)
  6. Kabupaten Lombok Timur (M 5,8)
  7. Kabupaten Sumenep (M 5,0)
  8. Kabupaten Banggai (M 6,9)
  9. Kabupaten Mamberamo tengah (M 6,3)
  10. Kabupaten Ternate (M 7,1)
  11. Labuha (M 7,2)
  12. Nusa Dua Bali (M 6,0)
  13. Kabupaten Pandeglang (M 7,4)
  14. Kabupaten Bogor (M 4,0)
  15. Ambon (M 6,5)
  16. Ambon (M 5,2)
  17. Jailolo (M 7,4)

Selain itu juga, sepanjang tahun 2019, telah terjadi empat kejadian gempabumi berpotensi tsunami:

  • Pada tanggal 12 April 2019 terjadi di Sulawesi Tengah dengan M 6,9
  • Pada tanggal 7 Juli 2019 terjadi di Ternate dengan M 7,1
  • Pada tanggal 2 Agustus 2019 terjadi di Banten dengan M 7,4
  • Pada tanggal 14 November 2019 terjadi kembali di Ternate dengan M 7,4

Pelajaran dari gempa 2019

Dari gempabumi yang terjadi sepanjang tahun 2019, menurut BMKG ada pelajaran yang bisa kita ambil terkait potensi gempa yang bisa terjadi di kawasan jauh dari zona subduksi dan memilah strategi mitigasi yang efektif untuk hal itu.

Baca juga: Gempa Guncang Tolitoli dan Buol, Tidak Berpotensi Tsunami

Berikut strategi mitigasi berbasis pembelajaran gempa terdahulu dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh BMKG.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.