Kompas.com - 01/01/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi Mars 2020 yang akan diberangkatkan ke Mars pertengahan tahun 2020. science alertIlustrasi Mars 2020 yang akan diberangkatkan ke Mars pertengahan tahun 2020.

KOMPAS.com - Mimpi manusia untuk 'menaklukkan' Mars masih terus diupayakan. Berbagai misi diluncurkan untuk mempelajari berbagai hal tentang planet merah tersebut.

Akhir Desember lalu, Badan Antariksa NASA kembali mengumumkan secara detail soal misi yang akan diluncurkan pada pertengahan 2020 nanti.

NASA akan mengirimkan lagi kendaraan penjelajah luar angkasa atau rover ke Mars.

Rover yang diberi nama Mars 2020 ini nantinya akan mencari jejak kehidupan di Mars.

"Mars 2020 dirancang untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Jadi kami membawa sejumlah instrumen berbeda yang akan membantu memahami konteks geologis dan kimia di permukaan Mars," kata Matt Wallace, wakil pemimpin misi ini seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (29/12/2019).

Baca juga: Layaknya Bumi, Mars Pernah Punya Danau Air Asin

Miliaran tahun yang lalu, planet Mars jauh lebih mirip Bumi. Saat itu, planet Merah memiliki permukaan air yang hangat, atmosfer yang lebih tebal, dan gaya magnet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu jauh lebih kondusif untuk jenis kehidupan sel tunggal sederhana yang berevolusi di Bumi pada waktu itu," kata Wallace.

Untuk menemukan jajak kehidupan tersebut, Mars 2020 akan mendarat di delta kering yang disebut Jezero.

Kawah itu diprediksi menyimpan molekul organik kuno.

Para ahli menyebut sekitar 3,5 sampai 3,9 miliar tahun lalu, tempat tersebut terhubung dengan jaringan sungai.

Selain itu, Mars 2020 dipersiapkan untuk membuka jalan bagi misi manusia di masa depan yang akan mempelajari planet Merah.

Meski tak merinci secara gamblang, ahli menyebut kalau peralatan di atas rover akan memungkinkan untuk membuat oksigen.

Termasuk juga di antaranya adalah bahan bakar yang akan digunakan untuk perjalanan pulang menuju Bumi.

Baca juga: Selain Mars, NASA Tunjuk 4 Objek Baru untuk Dieksplorasi di Masa Depan

Mars 2020 rencananya akan meninggalkan Bumi pada Juli 2020 dan diluncurkan dari Cape Canaveral Florida.

Mars 2020 akan menjadi penjelajah kelima yang mendarat di Mars.

Pada rover terpasang 23 kamera serta alat pendengar yang memungkinkan untuk mendengarkan angin Mars.

Selain itu juga terdapat laser yang digunakan untuk analisa kimia.

Mars 2020 juga dilengkapi dengan lengan panjang serta bor untuk memecahkan sampel batuan di lokasi yang diidentifikasi para ilmuwan berpotensi cocok untuk kehidupan.

Penjelajah luar angkasa ini seukuran mobil dengan enam roda, memungkinkannya melintasi medan berbatu. Per hari Mars, penjelajah ini akan menempuh jarak sekitar 180 meter.

Mars 2020 akan tetap aktif selama setidaknya satu tahun Mars atau sekitar dua tahun waktu Bumi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X