Kompas.com - 01/01/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi cemas shutterstockIlustrasi cemas

KOMPAS.com - Memikirkan sesuatu terlalu berlebihan atau overthinking ternyata berdampak buruk pada tubuh kita.

Tak hanya membuang waktu, overthinking juga bisa menguras energi hingga membuat kita terjebak dalam anxiety atau gangguan kecemasan.

Mereka yang suka memikirkan sesuatu berlebihan biasanya dihantui perasaan benar atau tidak yang sudah atau akan dilakukan.

Bukannya memikirkan solusi atau pilihan apa yang terbaik, overthinking membuat kita hanya akan terjebak dalam pikiran dan ini akan membatasi kita untuk berbuat sesuatu.

Bahaya overthinking

Melansir Psychology Today, penelitian membuktikan kebiasaan memikirkan kekurangan, kesalahan, dan masalah meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.

Orang yang suka memikirkan sesuatu berlebihan juga gampang mengalami tekanan emosi serius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengidap overthinking biasanya mudah terjebak pada perilaku merugikan seperti konsumsi alkohol atau makan berlebihan.

Selain itu, pikiran yang terlalu aktif juga bisa membuat kita sulit tidur yang mengarah pada berbagai masalah medis yang serius.

Baca juga: Ini yang Terjadi jika Punya Kebiasaan Overthinking

Mengatasi overthinking

Dihantui pikiran berlebihan membuat hidup tidak nyaman dan sulit berkembang. Oleh karena itu, kita harus segera mengatasinya.

Melansir berbagai sumber, berikut enam cara mengatasi overthinking:

1. Sadari saat mulai berpikir berlebihan

Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengakhiri pikiran yang berlebihan.

Perhatikan cara berpikir kita. Saat pikiran mulai mengulang-ulang suatu peristiwa, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, sadari pikiran kita tidak produktif.

2. Tantang Pikiran

Pikiran negatif memang menghanyutkan. Jadi, ketika kita mulai memikirkan hal buruk yang belum tentu terjadi, sadari pikiran negatif ini.

Belajarlah untuk mengenali dan mengganti kesalahan berpikir tersebut sebelum hal itu membuat kita stres.

3. Fokus pada penyelesaian masalah

Hanya memikirkan masalah yang terjadi tidak menyelesaikan persoalan. Cara terbaik adalah mencari solusinya.

Tanyakan pada diri sendiri langkah yang bisa ambil untuk belajar dari kesalahan atau menghindari masalah di masa depan.

Daripada menanyakan mengapa sesuatu terjadi, tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat kita lakukan.

4. Lakukan refleksi

Melakukan refleksi singkat bisa membantu kita untuk memecahkan masalah yang terjadi atau melakukan hal lebih baik di masa depat.

Luangkan waktu 20 menit setiap hari untuk melakukan refleksi sepanjang hari.

Selama waktu tersebut, biarkan diri merasa khawatir dan lakukan perenungan mendalam. 

Tanya pada diri sendiri apa yang terjadi atau apa yang kita inginkan.

Kemudian, ketika waktunya habis, beralihlah ke sesuatu yang lebih produktif.

Ketika kita mengalami overthingking, ingatkan diri kita punya waktu khusus untuk memikirkannya.

5. Lakukan mindfulness

Masa lalu tak mungkin bisa diulang. Memikirkan hari esok juga belum tentu terjadi dan hanya membuat kita terjebak dalam kecemasan.

Untuk itu, cobalah berkomitmen untuk lebih fokus pada masa kini atau melakukan praktik berkesadaran (mindfulness).

Mindfulness membutuhkan latihan, seperti keterampilan lainnya, tetapi seiring waktu, hal itu membantu kita mengatasi overthinking.

6. Menyibukkan diri

Memaksa diri untuk berhenti memikirkan sesuatu justru membuat otak semakin overthinking.

Jalan terbaik adalah menyibukkan diri dengan kegiatan positif, seperti berolahraga atau mengerjakan proyek yang bisa mengalihkan pikiran dari hal negatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
OCD
OCD
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.