Kompas.com - 29/12/2019, 18:32 WIB

KOMPAS.com - 12 warga desa Oebelo, kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur mengalami keracunan usai mengonsumsi daging bangkai kambing.

Ada dua bangkai kambing yang dikonsumsi. Keduanya mati setelah mendapat suntikan obat viton.

Kasus keracunan makanan tak hanya terjadi kali ini saja.

Umumnya, keracunan makanan membuat seseorang mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga mencret.

Baca juga: Studi: Kasus Keracunan Makanan akan Meningkat Akibat Perubahan Iklim

Menurut Mayo Clinic, keracunan makanan muncul karena seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Organisme infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit mengeluarkan toksin yang menyebabkan keracunan makanan.

Organisme infeksi dapat mencemari makanan di setiap proses pembuatan makanan. Mulai dari panen, penyimpanan, pengiriman dari petani atau peternak ke pasar, hingga proses memasak.

Inilah kenapa jika kita mengonsumsi makanan yang tidak bersih atau tidak dimasak dengan benar, maka sangat mungkin berpotensi keracunan makanan.

Gejala keracunan makanan seperti disebutkan di atas (mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga mencret) muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi.

Keracunan makanan yang ringan dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi yang berat harus melibatkan perawatan intensif.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.