Arkeolog Temukan Pabrik Saus Ikan Berusia 2.000 Tahun di Israel

Kompas.com - 29/12/2019, 17:03 WIB
Selain bukti kolam ikan, tim arkeolog juga menemukan bongkahan besar berbentuk bulat yang digunakan menyimpan cairan untuk keperluan pembuatan saus ikan di Israel. Situs ini diperkirakan berusia 2.000 tahun. Selain bukti kolam ikan, tim arkeolog juga menemukan bongkahan besar berbentuk bulat yang digunakan menyimpan cairan untuk keperluan pembuatan saus ikan di Israel. Situs ini diperkirakan berusia 2.000 tahun.

KOMPAS.com - Para arkeolog Israel menemukan sisa-sisa reruntuhan pabrik pembuatan saus ikan peninggalan bangsa Romawi yang diperkirakan berusia 2.000 tahun.

Otoritas Purbakala Israel menggali situs reruntuhan fondasi bangunan pabrik saus ikan, atau cetaria, yang terletak sekitar dua kilometer dari kota Ashkelon, demikian laporan stasiun radio pemerintah Israel, Kan.

Selain bukti kolam ikan, tim arkeolog juga menemukan bongkahan besar berbentuk bulat, yang digunakan menyimpan cairan untuk keperluan pembuatan saus ikan.

Penggalian ini didanai oleh pemerintah setempat, dan melibatkan sejumlah anak muda dan siswa SMA dari kota Ashkelon.

Baca juga: 140 Garis Nazca Misterius Ditemukan, Arkeolog Ungkap Fungsinya

Situs ini merupakan salah satu dari sedikit reruntuhan bangunan pabrik saus ikan yang ditemukan di kawasan timur Mediterania.

Selama ini bangsa Romawi kuno dikenal memiliki keahlian dalam pembuatan saus ikan, yang sebagian besar reruntuhan pabriknya banyak ditemukan di wilayah Italia selatan dan semenanjung Iberia.

"Kami memiliki sesuatu yang sangat tidak biasa di sini," kata arkeolog Otoritas Purbakala Israel, Dr Tali Erickson-Gini kepada The Times of Israel, merujuk kepada kebiasaan orang-orang Romawi kuno dalam menambahkan saus ikan ke hampir semua hidangannya.

Di masa Kekaisaran Romawi, penggunaan saus ikan hasil fermentasi dianggap sebagai citra rasa kuliner yang lezat.

Menurut Erickson-Gini, garum atau saus ikan merupakan penyedap rasa untuk menambahkan rasa asin dan gurih pada makanan dan digunakan dalam sebagian besar resep yang dikenal dari zaman itu.

Baca juga: Arkeolog Temukan 14 Kerangka Mammoth di Dalam Perangkap Buatan Manusia

"Dikatakan bahwa membuat garum menghasilkan bau busuk sehingga pabriknya dibangun agak jauh dari pusat kota. Dan situs ini terletak sekitar dua kilometer dari kota Ashkelon kuno," kata Tali Erickson-Gini, seperti dikutip situs berita Kan.

Walaupun keberadaan pabrik saus ikan secara bertahap ditinggalkan setelah orang-orang Romawi meninggalkan kawasan itu, penguasa berikutnya menemukan situs itu cocok untuk menanam anggur.

Pada abad kelima Masehi, sebuah biara Bizantium setempat berusaha memenuhi kebutuhannya dengan memproduksi kebun anggur di wilayah itu. Di situs itu, sisa-sisa tiga kilang anggur juga ditemukan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X