Kompas.com - 25/12/2019, 13:35 WIB
Prajurit Jerman dan Inggris merayakan Christmas Truce (Photo by Mansell/Mansell/The LIFE Picture Collection/Getty Images) MansellPrajurit Jerman dan Inggris merayakan Christmas Truce (Photo by Mansell/Mansell/The LIFE Picture Collection/Getty Images)

KOMPAS.com – Pada Hari Raya Natal tahun 1914, ribuan prajurit Inggris, Belgia, dan Perancis menaruh persenjataan mereka. Para prajurit tersebut mendatangi perbatasan di bagian Barat untuk merayakan Natal bersama musuh mereka, prajurit Jerman.

Christmas Truce, begitu nama momen damai tersebut. Sebuah harapan di tengah Perang Dunia I yang kemudian merenggut lebih dari 15 juta jiwa.

Mengutip TIME, Rabu (25/12/2019), Paus Benedictus XV adalah orang yang pertama kali menggagas Christmas Truce. Namun pada masa itu, idenya ditolak oleh pemerintah.

Para sejarawan hingga saat ini masih mencari penggalan-penggalan fakta dari Christmas Truce, karena hingga sekarang, belum ada fakta dan data pasti tentang penyebaran Christmas Truce dan wilayah-wilayah yang terkena dampaknya.

Baca juga: Alasan Natal Dirayakan pada 25 Desember, Menurut Sains

Namun, sekitar dua pertiga dari seluruh prajurit yakni sekitar 100.000 orang ikut serta dalam momen perdamaian bersejarah tersebut.

Beberapa manuskrip dan jurnal menyebutkan bahwa Christmas Truce dimulai dari carol singing pada malam Natal.

“Malam dengan bulan purnama yang sangat indah, salju bertebaran di jalanan, hampir semuanya berselimutkan warna putih,” tutur prajurit Albert Moren dalam jurnalnya yang diabadikan oleh New York Times.

Salah satu prajurit Inggris, Graham Williams, mendeskripsikan Christmas Truce secara lebih jelas.

“Pertama, prajurit Jerman akan bernyanyi lagu Natal mereka dan kami akan menyanyikan salah satu lagu Natal kami. Hingga akhirnya, bersamaan, kami menyanyi ‘O Come, All Ye Faithful’. Prajurit Jerman kemudian menyanyikan lagu yang sama dalam bahasa Latin ‘Adeste Fideles’, Kemudian saya berpikir, ini adalah hal yang hampir mustahil. Dua negara berbeda menyanyikan lagu Natal yang sama di tengah pertempuran.”

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Pohon Natal, Kenapa Harus Cemara?

Keesokan harinya, tepat pada 25 Desember 1914, prajurit Jerman keluar dari persembunyian mereka dan menyahutkan “Merry Christmas” pada lawan mereka. Prajurit lawan menjawab sahutan mereka.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Time
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.