Sertifikasi Layak Nikah, Pentingnya Intervensi Kesehatan dari Hulu

Kompas.com - 20/12/2019, 08:14 WIB
Ilustrasi cincin kawin dan mahar. SHUTTERSTOCK/STANI GIlustrasi cincin kawin dan mahar.

Oleh Maisuri Tadjuddin Chalid


Rencana pemerintah mewajibkan calon pengantin mulai tahun depan punya “sertifikat layak nikah” menuai pro-kontra sejak pertama kali dicetuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy November lalu.

Sebagian pihak menganggap persyaratan kursus pranikah selama tiga bulan yang harus dilalui setiap pasangan hanya akan mempersulit proses administratif di Kantor Urusan Agama.

Padahal, edukasi pranikah ini menjadi salah satu upaya pemerintah di bagian hulu untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang masih menjadi beban berat Indonesia.

Tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir, stunting (balita pendek), anemia pada ibu hamil, kehamilan berisiko, dan tingginya laju pertumbuhan penduduk merupakan masalah yang muncul dari perkawinan yang tidak dipersiapkan dengan baik.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012 menyatakan kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada empat dari 10 perempuan. Keadaan ini menyebabkan 40% kehamilan akan mengalami keterlambatan untuk mendapatkan intervensi kesehatan.

Diperlukan upaya-upaya di hulu untuk membekali calon ibu dan pasangannya meningkatkan kondisi kesehatan mereka.

Namun kebiasaan masyarakat kita, belum lazim dijumpai pasangan yang merencanakan kehamilan dengan inisiatif sendiri mendatangi pelayanan konseling persiapan prakehamilan. Biasanya mereka mendatangi fasilitas kesehatan setelah terjadi kehamilan, atau bahkan setelah terjadi komplikasi.

Sehingga pendekatan di hulu perlu dilakukan, yakni edukasi dan konseling sebelum pernikahan.

Melek kesehatan bagi pengantin

Sebenarnya, kursus pranikah bukan hal baru. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sejak 2013 telah mengeluarkan Peraturan Penyelenggaraan Kursus Pranikah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X