Kompas.com - 19/12/2019, 12:11 WIB
Gambar pengukuran lobster. Boleh diambil jika panjangnya lebih dari 8 sentimeter. Gambar pengukuran lobster. Boleh diambil jika panjangnya lebih dari 8 sentimeter.

Pesatnya permintaan lobster, disebut WWF telah meningkatkan kehidupan nelanyan di seluruh dunia.

Namun, efek dari penangkapannya yang tetap dan dapat diprediksi, jarang dipertimbangkan.

Sebagai contoh, data dari situs resmi WWF menyebut bahwa lobster yang dulunya melimpah di Lombok Selatan dan Lombok Tengah kini hanya bisa didapat tergantung musim.

Tangkapan lobster di bulan Mei hingga akhir tahun, saat angin kencang musim selatan terjadi, sangat sedikit atau bahkan tak ada tangkapan sama sekali.

"Ketika lobster besar sulit ditangkap, tak diragukan benih dipanen demi kelangsungan hidup nelayan," tulis WWF.

Dan ambisi untuk memenuhi kebutuhan ini membuat para nelayan menciptakan alat tangkap benih lobster, salah satunya yang dibuat oleh nelayan Lombok adalah pocong.

Pocong terbuat dari karung plastik yang berfungsi sebagai subtrat untuk benih lobster yang ditangkap. Setelah dipanen nelayan, benih itu dibawa ke kolam penampungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam perspektif yang lebih dalam, eksploitasi benih lobster sebenarnya sangat merugikan perikanan di Lombok. Secara ekonomi, harga per ekor sangat murah, dan secara ekologis, kondisi ini berkontribusi pada dampak negatif pada keberlanjutan lobster," tulis WWF.

"Siklus hidup lobster membutuhkan waktu yang cukup lama (3 sampai 4 tahun untuk mencapai usia remaja). Eksploitasi besar-besaran lobster menyebabkan rekrutmen penangkapan ikan yang berlebihan, mengancam keberlanjutan stok lobster dalam kehidupan alami," imbuh WWF.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Alasan Lobster Berubah Jadi Merah saat Dimasak

Peraturan penangkapan lobster

Untuk penangkapan lobster dan segala jenis ikan yang ada di laut, sebenarnya sah-sah saja. Asal, bukan bibitnya yang diambil dan berdasar pada peraturan yang berlaku.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) Nomor 1/permen/KP/2015 tentang penangkapan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Syclla spp.), dan rajungan (Portunus pelagicus spp.).

Permen tersebut menegaskan, penangkapan lobster diperbolehkan jika ukuran panjang karapas (cangkang keras) lebih dari delapan sentimeter, tidak dalam kondisi bertelur, dan beratnya lebih dari 100 gram.

Selain itu, jika nelayan menangkap lobster yang sedang dalam keadaan bertelur maka wajib dilepaskan kembali ke laut.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X