Kompas.com - 18/12/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Wanita dengan riwayat penyakit jantung atau memiliki risiko seperti hipertensi atau obesitas diharuskan untuk memeriksakan kesehatan jantungnya selama kehamilan dan seterusnya.

Seperti lingkaran setan, kata Sally, faktor risiko hipertensi juga dapat memicu berbagai kondisi komplikasi lainnya dalam tubuh.

Berkaitan dengan hipertensi pada masa kehamilan, medis menyebutnya Preeklampsia, yaitu hipertensi onset baru setelah usia kehamilan diatas 20 minggu dengan adanya proteinuria dan end-organ dysfunction.

Baca juga: Kenali Jantung Koroner, Jenis Penyakit Jantung yang Paling Umum

"Makanya ada yang namanya hipertensi jantung, nah wanita yang mengalami itu, tidak dianjurkan hamil," jelasnya.

Menurut penelitian, wanita dengan preeklampsia memiliki risiko 3,7 kali untuk mengalami hipertensi 14 tahun setelah kehamilan, 2,16 kali berisiko untuk penyakit jantung koroner setelah 12 tahun dan 1,8 kali untuk risiko stroke setelah 10 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.