Kompas.com - 16/12/2019, 10:06 WIB
Ilustrasi TBC, tuberculosis ShutterstockIlustrasi TBC, tuberculosis

Saat orangtua mengalami TBC tapi tidak mau jujur, anak kecil yang tinggal bersama merekalah yang akan menjadi korban.

Anak-anak sangat mungkin tertular TBC.

Ironisnya lagi, banyak juga orangtua yang tetap menutupi gejala yang dialami si anak. Di mana anak justru dibiarkan tanpa pengobatan tepat.

"Emang susah bikin diagnosa TBC, makanya hanya sedikit anak-anak di dunia yang diobati," ucap dia.

Padahal, saat ini obat untuk TBC sudah banyak disediakan gratis oleh kebanyakan negara termasuk Indonesia. Jangan menunggu saat TBC tersebut telah mengalami resistensi obat TBC.

"Enggak ada alasan anak-anak harus mati karena TBC," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.