Komet yang Datang dari Ruang Antarbintang

Kompas.com - 09/12/2019, 17:05 WIB
Komet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu. NSF/Gemini NorthKomet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu.

Berbeda dengan kedua benda langit dari ruang antarbintang sebelumnya, komet Borisov menjanjikan kesempatan lebih baik. Saat ditemukan, komet ini berjarak 404 juta kilometer dari Matahari kita dan sedang bergerak mendekat ke sang surya menuju titik perihelionnya.

Titik perihelion itu dicapai pada 9 Desember 2019 ini, sejarak 293 juta kilometer. Terhadap Bumi, komet Borisov akan mencapai jarak terdekatnya 19 hari kemudian dengan jarak cukup besar yakni 282 juta kilometer.

Dimensi inti komet ini diduga cukup besar, yakni sekitar 20 km. Karenanya saat tiba di perihelionnya kelak ia akan lebih terang dibanding saat ini, dengan magnitudo semu +14 atau hanya setara terangnya planet–kerdil Pluto.

Bagi para astronomi amatir Indonesia, komet ini akan mengecewakan karena cukup redup. Namun tidak demikian dengan dunia astronomi amatir global, yang telah terbiasa mengamati benda–benda langit seredup Pluto atau lebih redup lagi. Apalagi untuk observatorium–observatorium astronomi terkini dengan teleskop–teleskop raksasanya dan segenap radas–radas berteknologi tinggi yang menjadi pelengkapnya.

Kesempatan terbaik dalam mengamati komet ini jatuh pada sepuluh hari pertama Desember 2019 meski akan terganggu oleh cahaya Bulan purnama. Dalam periode ini, komet akan berada di rasi bintang Crater di sisi barat Virgo dan masih bertengger di langit pasca Matahari terbenam hingga beberapa jam kemudian.

Observasi komet Borisov ini penting guna lebih memahami semesta khususnya komposisi bahan penyusun sistem keplanetan di luar tata surya kita. Juga penting artinya dalam memitigasi potensi ancaman dari langit.

Seperti diperlihatkan dalam kasus asteroid 08012014, benda–benda langit dari ruang antarbintang pun punya potensi menumbuk Bumi menciptakan hantaman kosmik.

Berbeda dengan asteroid atau komet dalam tata surya kita, mereka jauh lebih tak terprediksi. Dan dengan kecepatan yang lebih tinggi, energi yang diangkutnya bakal lebih besar. Asteroid 08012014 hanya bergaris tengah 50 cm namun terdeteksi melepaskan energi yang setara dengan seper 180 bom nuklir Nagasaki.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X