Cara Mengusir Tawon Ndas yang Bersarang di Area Rumah

Kompas.com - 06/12/2019, 18:04 WIB
Caption : Sarang tawon Gung atau Tawon Ndas sebesar galon air ukuran 19 liter berhasil dievakuasi oleh regu pemadam kebakaran dari rumah warga di Perumahan Ungaran Baru, Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/8/2018) malam. kompas.com/ syahrul munirCaption : Sarang tawon Gung atau Tawon Ndas sebesar galon air ukuran 19 liter berhasil dievakuasi oleh regu pemadam kebakaran dari rumah warga di Perumahan Ungaran Baru, Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/8/2018) malam.

KOMPAS.COM - Dalam beberapa bulan ini, serangan tawon ndas kembali muncul di daerah-daerah di Indonesia termasuk Bekasi, Sukabumi, dan Medan. Tawon ndas bahkan membuat sarang di permukiman warga.

Tawon ndas atau Vespa affinis merupakan jenis tawon yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Peneliti tawon Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hari Nugroho, menjelaskan hal ini disebabkan karena hilangnya habitat alami tawon yaitu hutan, yang kini beralih menjadi lahan manusia.

Selain itu, langkanya kemunculan burung elang sebagai predator tawon ndas menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan di alam.

Sampai saat ini, belum ada cara yang efektif untuk mencegah tawon membuat sarang di area rumah.

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten

“Karena mau tidak mau ketika tidak ada satu tempat yang nyaman bagi mereka (tawon ndas), maka mereka ada (di rumah)” ujar Hari saat ditemui dalam science briefing di LIPI, Cibinong (05/12/2019).

Oleh karena itu, Hari mengajarkan kita untuk ‘hidup berdamai dengan tawon’.

Caranya, dengan selalu memeriksa area rumah untuk mengetahui apakah tawon membuat sarang di rumah kita. Jika ditemukan sarang kecil, cukup disemprot menggunakan insektisida untuk mematikan tawon.

Sedangkan jika sarang sudah membesar, disarankan untuk memanggil orang yang sudah ahli dalam memindahkan sarang tawon.

Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinisSHUTTERSTOCK/YOD67 Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis

Agar mengurangi risiko saat pemindahan sarang, Hari juga mengusulkan agar institusi berwenang mengadakan pelatihan bagi orang yang ingin memindahkan sarang tawon seperti yang sudah diterapkan di Klaten.

"Damkar ( pemadam kebakaran) berdiskusi dengan kami dan menetapkan standarnya. Setelah itu damkar melakukan training kepada kelompok masyarakat di desa dan di kecamatan untuk satu atau sekelompok sukarelawan, baru mereka berhak memindahkan sarang," sambung Hari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X