Kompas.com - 05/12/2019, 21:11 WIB

KOMPAS.com - Kamis (5/12/2019) terjadi dua gempa besar di Indonesia.

Gempa pertama terjadi pada pukul 16.13.50 WIB mengguncang wilayah Aceh Besar.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan M 5,5 selanjutnya dimutakhirkan menjadi M 5,0.

Episenter terletak pada koordinat 5,21 LU dan 95,79 BT tepatnya di darat pada jarak 22 km arah tenggara Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar pada kedalaman 10 km.

Menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu Sesar Besar Sumatra tepatnya pada Segmen Seulimeum.

Baca juga: Gempa November 2019, Ada Lebih dari 1.306 Kali Guncangan

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme sesar mendatar/geser (strike-slip fault)," kata Daryono kepada Kompas.com, Kamis.

Dampak gempa dirasakan di daerah Sukamakmur Aceh Besar, Pidie, Peukan Banda Aceh, Aceh Jaya, Mata Ie dalam skala intensitas II-III MMI, di mana guncangan dirasakan oleh semua orang seakan akan ada truk berlalu.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil monitoring BMKG juga belum tampak ada aktivitas gempa susulan (aftershock).

Menurut Daryono, gempa Aceh Besar sangat menarik dikaji. Pasalnya, ini terjadi di zona Sesar Segmen Seulimeum yang sudah sekian lama tidak terjadi gempa.

Catatan terakhir bahwa di zona ini pernah terjadi gempa pada tahun 1964 berkekuatan M 6,5 dan pada tahun 1967 berkekuatan M 6,8.

"Segmen Sesar Seulimeum ini memiliki magnitudo tertarget mencapai M 6,9 dengan laju pergeseran sesar 7,0 mm per tahun. Sesar aktif ini patut untuk diwaspadai," kata Daryono.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Adakah Kaitannya dengan Gempa Sleman?

Setelah Aceh, gempa berkekuatan M 5,8 yang berpusat di laut, tepatnya 148 km Timur Laut Melonguane terjadi pada pukul 19.24.43 WIB.

Episenter terletak pada koordinat 5,33 LU dan 126,83 BT pada kedalaman 10 km.

Adapun wilayah yang merasakan gempa ini adalah masyarakat di Pulau Miangas, Sulawesi Utara pada skala II-III MMI, di mana guncangan dirasakan oleh semua orang seakan akan ada truk berlalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.