ODHA Rentan Alami Gangguan Mental, Begini Agar Mereka Tak Depresi

Kompas.com - 03/12/2019, 09:03 WIB
Ilustrasi HIV/Aids, Hari Aids Sedunia ShutterstockIlustrasi HIV/Aids, Hari Aids Sedunia

KOMPAS.com - Orang dengan HIV/ AIDS tak hanya mengalami sakit secara fisik. Mereka juga rentan mengalami tekanan psikis.

Menurut Guru Besar Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Tjin Wiguna Sp.KJ, banyak ODHA yang juga memiliki gangguan mental.

"Data dari Amerika, 8 dari 10 orang dengan gangguan jiwa melaporkan, mereka merasa malu untuk mengatakan dirinya mengalami masalah gangguan jiwa dan khawatir stigma yang ada sehingga mereka menunda mencari pertolongan. Dan di antara yang melapor itu, masalah individu dengan HIV berlipat ganda," ungkapnya dalam pemaparan di IMERI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Beberapa gangguan mental yang juga dialami ODHA antara lain, gangguan depresi mayor (22-45 persen) dan gangguan depresi cemas (38 persen). Selebihnya ada gangguan psikotk, gangguan zat, dan sebagainya.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Begini 4 Tahap HIV Berkembang jadi AIDS

"Pada mereka yang (memiliki) HIV atau AIDS, untuk menerima diri mereka sendiri mengalami itu (memiliki HIV/AIDS) sudah cukup berat. Ditambah juga kekhawatiran mereka jika orang di lingkungan mereka tahu," tuturnya.

Ketika ODHA merasa khawatir dan malu akan penyakit yang dialaminya, mereka justru cenderung lupa untuk melakukan pengobatan, termasuk psikis.

Dalam keadaan seperti ini, Tjin mengatakan, ODHA juga merasa malu datang ke konselor untuk bercerita tentang persoalan yang dihadapi.

Banyak yang mengira, bila ODHA datang ke konselor, maka kisahnya akan diceritakan ke orang lain yang dikenalnya. Kemudian dia akan berpikir, bila orang lain tahu dia akan dibully atau dijauhi oleh lingkungan.

Rasa malu dan khawatir yang tidak ditangani dengan baik ini pada akhirnya memicu depresi dan gangguan psikis lain.

"Ketika mereka (ODHA) datang, kita psikolog tidak membicarakan tentang sakit jiwa yang mereka alami, tapi memancing mereka membicarakan orang-orang yang mereka tertarik atau siapa saja di sekitar dia, gunanya menggali," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X