Serba-serbi Vaginismus, dari Faktor Risiko sampai Terapi Pengobatan

Kompas.com - 28/11/2019, 12:17 WIB
Ilustrasi vagina shutterstockIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Wanita yang mengalami kontraksi otot sekitar vagina ( vaginismus) dapat terjadi tanpa disadari, juga tidak dapat dikendalikan.

Siapa saja yang berisiko mengalami vaginismus?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Bamed Women's Clinic, dr Ni Komang Yeni SpOG, mengatakan vaginismus bisa menyerang perempuan dengan variasi usia.

"Mulai dari usia ketika seorang perempuan sudah aktif secara seksual, sampai perempuan yang sudah berusia lanjut atau tua, bisa saja mengalami vaginismus atau kontraksi otot di sekitar vagina," kata dr Yeni dalam sebuah acara bertajuk Vaginismus dan Difungsi Seksual Perempuan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Penyebab dan Gejala Vaginismus, Kontraksi Abnormal pada Otot Vagina

Namun beberapa perempuan justru mengalami vaginismus pada masa menopause. Saat kadar estrogen turun, pelumasan dan elastisitas vagina pun relatif menurun. Kondisi ini membuat hubungan intim merasa menyakitkan, atau terkadang sulit untuk direalisasikan. Hal tersebut bisa berujung pada vaginismus. 

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor risiko terjadinya vaginismus yang perlu Anda ketahui.

- Adanya riwayat kekerasan seksual atau trauma

- Prosedur medis yang menakutkan saat masa kecil

- Hubungan seksual pertama yang menyakitkan

- Masalah pada hubungan dengan pasangan

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X