Kompas.com - 26/11/2019, 19:30 WIB

Namun di daerah dengan curah hujan lebih sedikit, seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, pohon sagu sulit ditemukan.

"Nah, sagu ini bisa menjadi pangan fungsional yang baik sebenarnya. Selain bisa kembali mengingat sejarah, merawat kultural, mengkonsumsi sagu kita seperti kembali ke ibu kita, sama kayak yang dirasakan orang Papua, sagu adalah ibu bagi mereka," ujar dia.

Baca juga: 4 Camilan Karbohidrat Antigemuk

Selain itu, Arif juga menuturkan bahwa Indonesia telah mengganti pati lokal dengan pati impor selama 30 tahun. 

"Soalnya pernah ada kasus, seseorang didiagnosis kanker, tapi sudah melakukan berbagai terapi tidak sembuh-sembuh. Ketika dia berobat ke Singapura, baru ketahuan kalau dia sebenarnya alergi gluten," tuturnya.

Padahal, jika daya konsumsi diganti dengan sagu, bahkan resikonya tidak ada. Sebab sagu merupakan pati murni yang bebas dari gluten, protein, juga lemak.

Sagu Papua untuk dunia

Arif menjelaskan Papua memiliki cadangan sagu alam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Laporan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) pada 2014 menyebutkan, luas sagu di Papua mencapai 4.749.424 hektar dan Papua Barat mencapai 510.213 hektare.

Apabila dikombinasikan dengan data dari Flach (1977), total luas sagu di Indonesia dapat mencapai 5.519.637 hektare.

"Dengan mengembangkan industri sagu, Papua tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Tetapi sagu Papua bisa berkontribusi unuk menjawab kebutuhan pangan dunia. Sagu seharusnya bisa mengatasi kebutuhan pangan di Papua, bahkan di seluruh Indonesia. Kuncinya adalah kembali pada konsep keragaman pangan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.