Kompas.com - 26/11/2019, 19:30 WIB
Gani Nu, sagu bakar makanan khas warga di Lopintol, Raja Ampat. KOMPAS.com/ABBA GABRILLINGani Nu, sagu bakar makanan khas warga di Lopintol, Raja Ampat.

KOMPAS.com - Sagu pernah sumber pangan utama bagi masyarakat Nusantara sebelum beras (padi) masuk ke Indonesia. Namun kini, di mata masyarakat, sagu hanya diingat sebagai bahan makanan khas Papua.

Wartawan senior Ahmad Arif mengatakan bahwa seharusnya masyarakat Indonesia harus mengingat dan mengenal kembali makanan utama nenek moyang tersebut.

"Kami ingin mengenalkan kembali sumber pangan yang kental dengan historis Indonesia di seluruh nusantara, dan merupakan makanan awal nenek moyang kita terdahulu," kata Arif dalam acara peluncuran Buku Sagu Papua untuk Dunia di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Baca juga: BPPT Hadirkan Beras Sagu yang Aman bagi Penderita Diabetes

Sagu yang termasuk dalam genus Metroxylon ini merupakan salah satu keragaman hayati sebagai salah satu berkah terbesar negeri ini. Namun, menurut Arif, masyarakat saat ini banyak yang tidak mengetahui tentang alamnya sendiri.

Nama lokal sagu

Dituturkan Arif, sagu sebenarnya berasal dari bahasa Jawa yang berarti pati yang terdapat dalam empulur atau batang tumbuhan. Meski di beberapa daerah, sagu memiliki penyebutan yang berbeda-beda.

Dalam bahasa Indonesia disebut pohon rumbia atau (pohon) sagu); kirai (bahasa Sunda, Jawa Barat); ambulung atau kersulu (bahasa Jawa); dan lapia (bahasa Ambon dan Seram, Maluku).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebaran tanaman sagu

Tumbuhan sagu tidak hanya tumbuh di Papua dan Maluku, tetapi juga menyebar dari timur di Pasifik Selatan ke barat hingga India.

Sebagai tumbuhan endemik Asia Tenggara, sagu bisa ditemukan di Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, dan Thailand.

Habitat tumbuhnya yaitu di sepanjang tepi sungai, di sekitar danau atau rawa, serta di daratan rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.

Pohon Sagu di Papua BaratKOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Pohon Sagu di Papua Barat

Sementara di Indonesia, selain Papua dan Maluku, beberapa daerah lainnya juga ditanami sagu. Antara lain Sulawesi (Selatan, Tengah, Tenggara); Kalimantan (Barat dan Utara); Sumatera (Raiu, Kepulauan Mentawai); dan Jawa (Banten dan Jepara, Jawa Tengah).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
Laporan Awal, Varian Omicron 'Lebih Ringan' Dibanding Varian Delta

Laporan Awal, Varian Omicron "Lebih Ringan" Dibanding Varian Delta

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.