[VIDEO] Kisah Rizwan, Si Pembuat Bola Mata Palsu

Kompas.com - 22/11/2019, 12:03 WIB
Rizwan Ilyasin Achmed, spesialis pembuat protesa mata saat ditemui di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (20/11/2019). Kompas.com/SHERLY PUSPITARizwan Ilyasin Achmed, spesialis pembuat protesa mata saat ditemui di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rizwan Ilyasin Achmed akhirnya menemukan formula yang pas untuk menciptakan bola mata palsu atau protesa mata berkualitas tinggi.

Selama dua tahun ia mencari informasi dari berbagai sumber untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang okularis, sebutan untuk spesialis pembuat protesa mata.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan John Pacey Lowrie, okularis asal Inggris yang bersedia datang ke Indonesia khusus untuk mengajarinya.

Protesa mata Rizwan dibuat dari bahan akrilik yang diolah dengan metode khusus. Hal ini membuat protesa mata buatannya tersohor karena tak menimbukan iritasi pada mata.

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.

Kornea pada protesa mata dilukis secara manual menyesuaikan warna kornea asli pelanggannya.

Bentuk protesa mata juga disesuaikan dengan kondisi mata pelanggan sehingga nyaman digunakan.

Di balik kesuksesannya menjadi seorang okularis, Rizwan menyimpan cerita.

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, memperlihatkan sertifikat Okularis dari Nottingham Trent University Jerman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, memperlihatkan sertifikat Okularis dari Nottingham Trent University Jerman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.

Ia tak pernah menyangka akan menekuni profesi sebagai okularis. Hal ini bermula ketika sang buah hati didiagnosa mengidap kanker mata sejak usia 1 bulan.

Pada usia 1,5 bulan anak Rizwan menjalani operasi pengangkatan mata.

Dari sinilah keinginan Rizwan mempelajari cara pembuatan mata palsu berkualitas tinggi bermula. Bagaimana kisahnya? Simak selengkapnya dalam video berikut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X