Ashanty Pantang Makan Nasi karena Idap Autoimun, Apa Kata Dokter?

Kompas.com - 21/11/2019, 16:03 WIB
Penyanyi Ashanty Siddik saat diabadikan di kediamannya di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Ashanty Siddik saat diabadikan di kediamannya di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu, artis Ashanty didiagnosis mengidap autoimun. Istri dari Anang Hermansyah ini juga beberapa hari lalu masuk rumah sakit karena bentol di sekujur tubuhnya.

Aurel Hermansyah menyebut Ashanty punya banyak pantangan makanan sejak terkena gejala penyakit autoimun.

“Pantangannya banyak. Enggak boleh (makan) tepung, enggak boleh (makan) nasi,” ujar Aurel beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kena Autoimun, Ashanty Dilarang Makan Nasi

Tentang autoimun

dr Johana Prihatini, Sp.PD, FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Awal Bros Bekasi Barat mengatakan bahwa autoimun merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh sendiri.

“Kekebalan tubuhnya malah menyerang diri sendiri, seperti salah mengenali. Jadi yang seharusnya sel normal, sama dia (imun) malah diserang,” tutur dr Johana kepada Kompas.com, Kamis (21/11/2019).

Ilustrasi Penyakit autoimun. Ilustrasi Penyakit autoimun.

Hingga saat ini, lanjut dr Johana, penyebab autoimun belum diketahui. Ia menyebutkan bahwa autoimun bukanlah penyakit turunan, dan bukan merupakan penyakit menular.

“Namun faktor risikonya sampai saat ini ditengarai adalah bahan-bahan kimia, itu pun belum sepenuhnya terbukti,” tutur dr Johana.

Baca juga: Ashanty Didiagnosis Idap Penyakit Autoimun, Kenali 14 Jenisnya

Bahan-bahan kimia yang dimaksud adalah ketika seseorang bekerja di pabrik cat yang banyak terpapar bahan kimia, sampai orang yang menggunakan cat rambut secara kontinyu.

Bagaimana cara pengananan autoimun? dr Johana menjelaskan bahwa penanganan autoimun tergantung pada area tubuh mana yang diserangnya.

“Apabila menyerang tiroid, ya yang diobati harus tiroid. Kalau menyerang lupus, yang diobati harus lupus,” tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X