Serba serbi Hewan: Ini Aye-aye, Primata Teraneh yang Punya 2 Jempol

Kompas.com - 14/11/2019, 08:04 WIB

KOMPAS.com - Hewan endemik Madagaskar, aye-aye, dianggap oleh banyak orang sebagai primata paling aneh di dunia.

Alasannya bukan karena namanya yang mirip seruan lagu Blackpink, tetapi karena fisiknya yang memang tak biasa.

Bulu dari lemur nokturnal (beraktivitas pada malam hari) ini kasar dan kusut, telinga besar, mata menonjol, gigi seri yang terus tumbuh, serta jari-jarinya kurus dan panjang. Berbicara soal bagian tubuh tersebut, jari tengahnya aye-aye pun dapat tumbuh lebih panjang.

Dalam cerita rakyat, aye-aye dipandang sebagai simbol kematian dan kejahatan. aye-aye dapat memberikan kutukan yang membawa nasib buruk.

Namun jari aye-aye yang panjang bukan untuk mengutuk manusia. Jari tersebut berfungsi untuk mengetuk cabang-cabang pohon, tempat belatung bersembunyi.

Baca juga: Spesies Baru Katak Mini Ditemukan di Madagaskar, Lebih Kecil dari Kuku

Selanjutnya, dengan menggunakan jari tersebut, aye-aye akan mengeluarkan belatung maupun serangga dari dalam cabang pohon.

"Jari mereka telah berevolusi untuk tujuan yang spesifik," kata Adam Hartstone Rose, peneliti dari North Carolina State University.

Namun ternyata ada keanehan lain lagi dari hewan dengan nama latin Daubentonia madagascariensis. Aye-aye ternyata punya 'jempol' ekstra pada pergelangan tangannya atau pseudothumb.

Jempol tambahan ini menurut peneliti berfungsi untuk membantu memegang benda dan ranting saat bergerak melalui pohon. Temuan tersebut merupakan yang pertama kali di dunia primata.

Dalam penelitiannya, Hartstone Rose dan rekannya melakukan pemeriksaan pada beberapa spesimen aye-aye baik itu jantan dan betina dari usia remaja hingga dewasa. Mereka menemukan struktur mirip jempol pada kedua pergelangan tangannya.

Selanjutnya para peneliti menggunakan teknik pencintraan digital untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jempol tambahan itu.

Baca juga: Termasuk Primata, Kenapa Lemur Madagaskar Ini Justru Mirip Tupai?

Hasilnya para peneliti menemukan bahwa struktur serupa jempol itu tadi terdiri dari tulang dan tulang rawan. Jempol tersebut juga memiliki otot yang memungkinkan bergerak tiga arah, mirip dengan cara ibu jari manusia bergerak.

"Menggunakan teknik ini memungkinkan kita untuk memvisualisasikan dan memahami pengorganisasian otot-otot yang memberikan pergerakan ke jari," papar Edwin Dickinson, peneliti lain yang tergabung dalam studi ini.

Apa yang ditemukan pada aye-aye ini memang menakjubkan. Sebab beberapa spesies primata lain justru beradaptasi mengurangi jarinya untuk bergerak.

Namun, yang ditemukan pada aye-aye kebalikan. Aye-aye malah memiliki jempol tambahan dan tidak ada yang menyadarinya sampai sekarang.

Bagian tubuh ekstra tersebut selama ini luput dari pengamatan karena aye-aye hanya ditemukan di Madagaskar dan sangat sedikit di penangkaran. Selain itu juga, aye-aye hanya aktif di malam hari, membuat kebiasaan mereka sulit diamati.

Temuan ini diterbitkan di American Journal of Physical Anthropology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.