FKUI: Profesi Pilot Paling Rentan Alami Fatigue, Begini Mencegahnya...

Kompas.com - 13/11/2019, 13:02 WIB
Ilustrasi pilot. AFP / JONATHAN NACKSTRANDIlustrasi pilot.

KOMPAS.com - Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Dr dr Retno Asti Werdhani MEpid mengatakan, profersi pilot sangat rentan mengalami fatigue atau kelelahan.

Dilansir Health Line, fatigue atau kelelahan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan lelah atau kekurangan energi secara keseluruhan.

Ini berbeda dengan rasa letih atau mengantuk. Ketika sangat lelah, Anda tak memiliki motivasi atau energi untuk melakukan sesuatu.

Mengantuk mungkin merupakan gejala kelelahan, tetapi kedua hal ini berbeda.

Kelelahan merupakan gejala umum dari banyak kondisi medis, mulai dari yang ringan sampai serius. Kelelahan juga bisa muncul karena gaya hidup, misalnya kurang olahraga atau pola makan yang buruk.

Baca juga: Pilot, Profesi yang Rentan Mengalami Depresi

Retno menjelaskan, pilot sangat mungkin mengalami fatigue karena gaya hidup dan jam kerja yang tak pasti.

Sebagai contoh, kebanyakan pilot memiliki kuantitas dan kualitas tidur yang tak cukup, pilot kerap melakukan penerbangan melewati garis batas waktu (jetlag), melakukan penerbangan malam atau dini hari, berhadapan dengan cuaca buruk, dan pilot juga melakukan posisi kerja sedenter (duduk) dalam waktu lama.

Selain itu, pilot juga menjalani dinamika kerja dengan rekan penerbang, ground crew, dan petugas Air Traffic Controller (ATC) yang bisa menambah beban kerja psikis.

"Yang perlu dilakukan untuk menghadapi fatigue pada penerbang adalah dengan melakukan pengelolaan terhadap faktor-faktor risiko penyebabnya," kata Retno di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menghadapi fatigue

Untuk mengelola faktor-faktor tersebut, Retno berkata, dibutuhkan upaya dari seluruh pihak terkait di dunia penerbangan, baik dari para pemangku kebijakan maupun dari penerbang.

Dalam istilah medis, fatigue merupakan kondisi fisiologis yang ditandai dengan penurunan kapabilitas performa fisik dan mental akibat kehilangan tidur atau terjaga berkepanjangan, perubahan irama sirkadian dan beban kerja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X