Viral Warga Goreng Kerupuk di Aspal, Ahli LIPI Jelaskan Mekanismenya

Kompas.com - 30/10/2019, 18:29 WIB
Dalam video tersebut diketahui Lastri menaruh wajan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Oleh karena cuaca yang terlalu terik, Lastri baru mulai menggoreng sekitar pukul 15.00 WIB. KOMPASTVDalam video tersebut diketahui Lastri menaruh wajan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Oleh karena cuaca yang terlalu terik, Lastri baru mulai menggoreng sekitar pukul 15.00 WIB.

KOMPAS.comSuhu panas tengah melanda beberapa wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Untuk membuktikannya, seorang wanita asal Babelan, Kabupaten Bekasi, membuat video aktivitasnya saat menggoreng kerupuk di atas aspal.

Dalam video yang viral tersebut, wanita itu duduk bersila dengan wajan alumunium di depannya. Wajan tersebut berisi minyak.

Lastri Lestari, begitu diketahui nama wanita itu, kemudian mulai menggoreng kerupuk menggunakan tenaga surya. Dalam video tersebut diketahui Lastri menaruh wajan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Oleh karena cuaca yang terlalu terik, Lastri baru mulai menggoreng sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Suhu Panas di Berbagai Wilayah Indonesia, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Video tersebut mengundang beragam komentar netizen. Lalu bagaimana menurut ahli?

Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI, Dr Rike Yudianti, mengatakan bahwa “keisengan” tersebut rupanya masuk akal.

“Saya melihat hal itu mungkin saja terjadi. Ini seperti mengkonversi energi matahari,” tutur Rike kepada Kompas.com, Rabu (30/10/2019).

Bagaimana mekanismenya?

Rike menjelaskan bahwa kunci dari aktivitas menggoreng kerupuk tersebut adalah wajan yang ditaruh di aspal dalam waktu lama.

“Dia (Lastri) pakai wajan alumunium, dan itu adalah jenis logam penghantar panas yang baik setelah tembaga. Kuncinya di sini adalah wajan tersebut ditaruh di aspal, di bawah matahari, dalam jangka waktu yang lama yaitu dari jam 9 sampai jam 3,” paparnya.

Logam alumunium di sini, lanjut Rike, merupakan penghantar panas yang baik. Saat dituangkan minyak goreng, panas terkonduksi dengan baik pada minyak goreng.

“Walaupun idealnya suhu untuk menggoreng di atas 100 derajat Celcius, dengan panas yang terus-menerus terpapar, mungkin saja hal itu (menggoreng kerupuk) terjadi karena pemanasan logamnya cukup lama,” tambahnya.

Baca juga: BMKG Tegaskan Indonesia Tidak Akan Alami Gelombang Panas

Rike mengibaratkan, wajan yang terus-menerus terpapar sinar matahari sama saja dengan wajan yang terus-menerus ditempa api kecil.

“Meski waktunya lama tapi lama-kelamaan akan panas juga toh?” tuturnya.

Selain kerupuk, Rike juga berkomentar soal warga yang menggoreng ikan menggunakan tenaga surya di Indramayu. Menurutnya, makanan apapun bisa saja digoreng asalkan panas bisa terhantar dengan baik.

“Sebenarnya ini sama dengan mengkonversi energi matahari. Memang energi matahari itu kan bisa kita gunakan. Hanya banyak orang lebih memilih efisiensi. Dalam hal memasak, efisiensi itu berupa kompor,” tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X