Kompas.com - 30/10/2019, 13:06 WIB
Ilustrasi stroke vadimguzhvaIlustrasi stroke

Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika arteri di otak membuka dan mengalami kebocoran darah.

Darah dari arteri yang bocor menciptakan tekanan berlebih di tengkorak, hingga akhirnya membuat otak bengkak dan merusak sel serta jaringan otak.

Ada dua jenis stroke hemoragik, yakni intraserebral dan subarachnoid.

Stroke hemoragik intraserebral merupakan jenis stroke hemoragik yang paling umum, terjadi ketika jaringan di sekitar otak terisi dengan darah dari arteri yang pecah.

Stroke hemoragik subarachnoid tergolong jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan perdarahan di daerah antara otak dan jaringan tertutup.

Menurut American Heart Association, sekitar 13 persen stroke adalah hemoragik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X