RS Dharmais Dapat Hibah untuk Kurangi Beban Kanker Payudara

Kompas.com - 26/10/2019, 17:04 WIB
Ilustrasi kanker shutterstockIlustrasi kanker

KOMPAS.com- Bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker Payudara, Pusat Kanker Nasional – Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta telah terpilih untuk menerima bantuan hibah senilai 23.000 dollar AS (sekitar Rp 322 juta) untuk membantu menurunkan beban kanker payudara di Indonesia.

Hibah ini diberikan lewat program internasional Seeding Progress and Resources for the Cancer Community: Metastatic Breast Cancer Challenge (SPARC MBC Challenge), yang diluncurkan pada tahun 2015 oleh Union fro International Cancer Control (UICC) dan didukung oleh Pfizer.

The SPARC MBC Challenge sendiri adalah suatu inisiatif pendanaan global bagi proyek-proyek di dunia yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan spesifik pasien-pasien kanker payudara yang sudah bermetastasis, terutama yang berupaya mengurangi keterlambatan diagnosis kanker payudara.

Pasalnya, kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling banyak menjangkiti di dunia. Kanker ini diperkirakan menjadi penyebab 600.000 kematian di dunia pada tahun 2018.

Baca juga: Wanita Wajib Tahu, Payudara Padat Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara

Data survei dari Globocan juga menunjukkan bahwa di Indonesia, terdapat 58.256 kasus kanker payudara baru pada tahun 2018, yang dari jumlah tersebut, 22.692 meninggal dunia.

Menurut Presiden UICC, HRH Princess, Dina Mired dari Yordania, salah satu tantangan utama untuk kanker payudara adalah kurangnya dukungan dana serta adanya stigma.

"Secara khusus di negara berpendapatan rendah hingga menengah, pasien kanker payudara sering datang ke sarana kesehatan pada stadium lanjut. Sementara kita tahu bahwa deteksi dini adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik dalam penanganan kanker payudara,” kata Dina.

Oleh sebab itu, periode baru dalam program The Seeding Progress and Resources for the Cancer Community: Metastatic Breast Cancer Challenge (SPARC MBC Challenge) akan menargetkan lebih banyak orang untuk ditingkatkan kewaspadaannya.

Baca juga: Biosimilar Trastuzumab Berpotensi Jadi Alternatif Obat Kanker Payudara

“Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keberanian pasien untuk mendapatkan pertolongan lebih awal serta diharapkan pasien dapat merasakan dukungan penuh dari sekelilingnya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais Prof. dr. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS, mengatakan bahwa kesempatan ini menjadi suatu peluang bagi RS Kanker Dharmais untuk berperan aktif memberikan pelayanan kanker yang terbaik.

Sebab, di samping mendapatkan pelatihan, mentoring dan kesempatan untuk menghadiri pertemuan-pertemuan penting internasional; proyek ini juga akan dimanfaatkan untuk mengetahui keinginan dan suara hati pasien kanker payurdara yang sudah bermetastasis dan keluarganya.

Pengetahuan ini lantas akan dimanfaatkan sebagai masukan untuk memperbaiki pelayanan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Proyek ini diharapkan dapat menjangkau suara 500 pasien MBC di Jakarta, terutama di Jakarta Barat,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X