Mengenal Ceramah yang Wajib Dilakukan Semua Penderita Hipertensi

Kompas.com - 24/10/2019, 13:08 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

KOMPAS.com - Hipertensi sering kali disebut sebagai silent killer. Pasalnya, penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga tidak disadari penderitanya, bahkan ketika penyakit telah berpengaruh ke organ penting lainnya, seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi.

Akibat hal ini, hipertensi menyebabkan angka kematian di dunia yang cukup tinggi, yakni hampir 8 juta kasus setiap tahunnya dengan 1,5 juta di antaranya berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, satu di antara tiga penduduk dewasa diperkirakan mengidap hipertensi.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH), dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH, dalam sebuah acara dengan Omron Healthcare Indonesia di Jakarta (19/9/2019), menegaskan pentingnya melakukan cek tekanan darah di rumah ( Ceramah) atau Home Blood Pressure Monitoring (HBPM).

Ceramah merupakan suatu metode pengukuran tekanan darah yang dilakukan sendiri oleh pasien di rumah atau di tempat lain yang berada di luar klinik (out of office).

Baca juga: Ini Penjelasan Ahli, Hubungan Erat Hipertensi dan Gagal Ginjal

Petunjuk akurat untuk diagnosis

Dari berbagai panduan tentang hipertensi yang ada, paradigma mengenai tata kelola hipertensi meliputi diagnosis, klasifikasi, pilihan obat-obatan dan target tekanan darah yang harus dicapai. Dari keempatnya, diagnosis merupakan yang paling utama dan penting untuk diperhatikan dan dilakukan secara benar.

“Jadi, kalau cuma periksa atau cek tekanan darah sesekali waktu ke klinik saja itu malah hasil diagnosisnya kurang tepat. Padahal, diagnosis inilah yang akan menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan penderita dan tim medis untuk mengatasi hipertensi. Masuk kategori apa, obatnya apa, juga target capaian tekanan darahnya berapa,” tutur Tunggul.

Pasalnya, tekanan darah ketika berada di rumah dan di klinik bisa jadi berbeda. Masked hypertension dan whitecoat hypertension bisa terjadi.

Untuk diketahui, masked hypertension (hipertensi terselubung) adalah ketika Anda melakukan cek tekanan darah di klinik hasilnya normal, sedangkan ketika diukur tekanan di rumah malah tinggi.

Sebaliknya, whitecoat hypertension (hipertensi jas putih) adalah kondisi di mana hasil pengukuran cek tekanan darah di klinik lebih tinggi daripada ketika Anda melakukan cek tekanan darah di rumah.

Baca juga: Waspada, Hipertensi Penyebab Utama Gagal Ginjal Kronis

Ceramah juga akan memperlihatkan hasil yang lebih realistis realistis karena diambil saat Anda menjalani aktivitas sehari-hari, dan bukan hanya sekali-kali saat kunjungan ke dokter atau klinik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X