Kompas.com - 24/10/2019, 10:27 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Tapi dinding arteri yang rusak rentan terhadap penumpukan sel darah putih yang akhirnya dapat menyebabkan penumpukan kolesterol.

Awalnya hanya berupa goresan dan lesi, namun lama kelamaan dapat menebal dan cukup untuk memblokir aliran darah arteri.

"Kita sekarang telah melihat pola yang sama pada nenek moyang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita," tambah Madjid.

Sebelumnya sudah pernah dilakukan penelitian pada arteri jantung. Namun hasil penelitian menunjukkan kerusakan yang terjadi pada tahap lanjut.

Sehingga tidak memberikan gambaran yang lengkap mengenai seberapa besar risiko penyakit jantung ribuan tahun lalu.

Penelitian ini telah dipublikasikan secara daring di American Heart Journal edisi Oktober 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.