Kompas.com - 24/10/2019, 10:27 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Penyakit jantung ternyata bukanlah penyakit manusia modern. Keberadaan penyakit jantung belum lama ini diketahui sudah ada sejak dulu.

Kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mumi-mumi berusia 4000 tahun.

"Saya telah melihat pola penyakit jantung dalam populasi selama lebih dari 20 tahun. Namun muncul pertanyaan di benak saya. Apakah itu penyakit zaman modern atau suatu proses yang melekat pada manusia, terlepas dari kehidupan modern," kata Mohammad Madjid, peneliti di McGovern Medical School, dilansir Live Science, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Penyakit Jantung Meningkat Karena Gaya Hidup, Praktisi Kesehatan Harus Apa?

Untuk menjawab pertanyaannya sendiri, Madjid bersama tim peneliti mengumpulkan sampel arteri dari lima mumi dari Amerika Selatan dan Mesir Kuno yang berasal tahun 2000 SM-1000.

Mumi-mumi ini terdiri dari tiga pria dan dua wanita berusia 18 hingga 60 tahun.

Para peneliti selanjutnya memindai bagian kecil arteri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka mendeteksi adanya tahap awal aterosklerosis, fase plak yang terkumpul di dinding arteri dan membatasi aliran darah.

Ini adalah bukti pertama dari tahap awal serangan jantung yang ditemukan pada mumi.

Endapan kolesterol di dinding arteri pada dasarnya adalah mekanisme penyembuhan luka tubuh yang salah.

Hal ini merupakan respon terhadap berbagai trauma seperti infeksi, koleksterol tinggi, paparan asap, atau masalah lain yang dapat merusak lapisan dalam arteri (endotelium).

Baca juga: Salah Mengira Wasabi sebagai Alpukat, Wanita Ini Terkena Disfungsi Jantung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

Oh Begitu
Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Oh Begitu
Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Fenomena
Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Oh Begitu
Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Fenomena
Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Fenomena
Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Oh Begitu
5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

Kita
Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

Oh Begitu
Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Kita
Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Oh Begitu
WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.