Pakar Menjelaskan, Mengapa Gunung Tidak Terus Tumbuh ke Angkasa?

Kompas.com - 20/10/2019, 12:05 WIB
Seorang pendaki dan tendanya dengan latar belakang Segara Anak di Gunung Rinjani. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYASeorang pendaki dan tendanya dengan latar belakang Segara Anak di Gunung Rinjani.

Sungai

Faktor kedua yang menyebabkan gunung tidak bisa tumbuh lebih tinggi adalah keberadaan sungai. Pada awalnya, sungai membuat sebuah gunung tampak lebih tinggi. Keberadaannya meliuk di sepanjang lereng gunung.

Namun pda hakikatnya, sungai mengukir tepian gunung dan mengikis material. Menciptakan celah yang dalam di dekat lereng gunung.

“Semua gunung yang tinggi dan indah dengan puncak-puncak dramatis sesungguhnya lebih rendah dari lempengan itu sendiri. Namun karena sungai mengikis material, salurannya mungkin menjadi terlalu curam. Ini bisa memicu tanah longsor yang membawa material dari atas gunung, sehingga membatasi pertumbuhannya,” papar Nadine.

Baca juga: Fenomena Topi Awan Terjadi di Gunung Rinjani, Tak Pernah Sesempurna Ini

Dalam jurnal berjudul Nature Geoscience yang dipublikasikan pada 16 September 2019, tertulis bahwa gunung bawah laut juga terbatasi oleh gravitasi dan longsoran. Namun gunung di bawah laut bisa jadi lebih tinggi dibanding di darat.

“Air memberikan support pada sisi-sisi gunung, sehingga membuatnya bisa tumbuh lebih tinggi,” tutur Nadine.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X