Perlu Diperhatikan, Efek Buruk Ganja terhadap Tubuh dan Otak

Kompas.com - 04/10/2019, 18:05 WIB
Ilustrasi ganja medis. SHUTTERSTOCKIlustrasi ganja medis.

KOMPAS.com - Satu lagi figur publik yang ditangkap polisi karena menggunakan ganja. Artis Rifat Umar (26) ditangkap polisi pada Rabu (2/10/2019) dini hari. Usai melakukan tes urine, diketahui Rifat menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu.

Mengkonsumsi ganja bisa memberikan efek yang tidak baik terhadap tubuh dan otak Anda. Hal itu dijelaskan Peneliti di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, dr Hari Nugroho, MSc, kepada Kompas.com.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Ganja, dari Obat Anestesi sampai Simbol Budaya Hippie

dr Hari mengatakan, pengaruh zat adiktif ganja lebih rendah dibanding heroin, sabu ataupun putaw.

Namun, ganja juga memiliki banyak bahkan ratusan zat psikoaktif dan Tetrahidrokanabinol (THC), yang merupakan senyawa yang paling aktif. Senyawa THC memberikan pengaruh atau efek yang signifikan terhadap penggunanya.

Efek ganja pada tubuh

dr Hari memberikan contoh kasus sederhana perihal efek ganja terhadap tubuh pengguna, yaitu dengan memakai rokok yang telah ditambahkan ganja di dalamnya.

Ketika rokok itu dihisap, efek yang akan terjadi tidak hanya dari pengaruh asap rokok yang sudah jelas berbahaya. Melainkan juga kandungan senyawa aktif dari ganja juga akan ikut menyebar di tubuh.

Baca juga: Ahli Temukan Jejak Pengisapan Ganja Paling Awal, Berusia 2.500 Tahun

Hasilnya, yang terjadi adalah adanya gangguan pernapasan sampai paru-paru. Terkait hal tersebut, dr Hari menanggapi kasus warga Amerika yang meninggal karena penggunaan Vape atau rokok elektrik.

"Itu kasus dari pake Vape ditambah dengan liquid yang mengandung THC cair. Nah karena liquid-nya itu ada kandungan minyak, THC cair tidak bisa menyatu. Makanya bisa bersifat sebagai karsinogen (zat beracun)," ujar Hari.

Ilustrasi ganja.Thinkstockphotos Ilustrasi ganja.

Tetrahidrokanabinol (THC) merupakan senyawa yang paling aktif di antara ratusan senyawa aktif di dalam ganja, yang efeknya bisa membuat halusinasi berlebih kepada pengguna.

Dampak dari karsinogen yaitu membuat cidera dan gangguan pernapasan sampai paru-paru, yang berujung pada kematian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X