Bunga Bangkai di Bekasi, Ahli LIPI: Tidak Langka dan Kerabat Talas Bogor

Kompas.com - 04/10/2019, 16:57 WIB
Bunga bangkai tumbuh di SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANBunga bangkai tumbuh di SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan, Jumat (4/10/2019).

KOMPAS.comBunga bangkai berwarna merah tua tumbuh di pekarangan SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan. Pemerintah Kota Bekasi memagari bunga tersebut menggunakan kerangkeng agar pertumbuhannya tidak terhambat.

Disebutkan bunga bangkai tersebut tumbuh sejak Senin (30/9/2019), dan ditemukan oleh penjaga sekolah. Bunga bangkai tersebut pada awalnya hanya merupakan tunas serupa jantung.

Dra Sofi Mursidawati M.Sc. dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI membenarkan bahwa tumbuhan ini merupakan bunga bangkai. Namun, ia menegaskan bahwa tumbuhan tersebut tidak langka.

“Nama latinnya Amorphohallus paeniifolius, banyak dikonsumsi umbinya,” tutur Dra Sofi kepada Kompas.com, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Bunga Bangkai Raksasa Khas Indonesia Mekar di Washington

Ia mengatakan bunga tersebut kerap disebut “suweg”. Tumbuhan ini, lanjut Dra Sofi, bisa mekar di mana saja sehingga tidak aneh bila tumbuh di Bekasi.

“Suweg termasuk keluarga talas-talasan atau araceae, termasuk talas Bogor. Malah umbinya dimakan oleh orang di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Tidak Langka

Pemerintah Kota Bekasi saat ini mengelilingi bunga bangkai tersebut menggunakan kerangkeng. Namun Dra Sofi mengatakan, bunga tersebut bisa dibiarkan tumbuh begitu saja karena bukan merupakan bunga langka.

“Bukan tumbuhan langka juga sih,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Dra Yuzammi M.Sc sebagai ahli tanaman Amorphohallus dari LIPI. Ia menyebutkan bahwa suweg bukanlah tanaman langka.

“Benar bunga bangkai, Amorphohallus paeniifolius. Jenis ini tidak langka ya…” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (4/10/2019).

Beberapa murid SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan mengamati tumbuhnya bunga bangkai di halaman sekolah mereka, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Beberapa murid SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan mengamati tumbuhnya bunga bangkai di halaman sekolah mereka, Jumat (4/10/2019).

Sebelumnya diberitakan, bunga bangkai yang disebutkan langka tumbuh sejak Senin (30/9/2019) di halaman SDN Kayuringin Jaya II, Bekasi Selatan.

Penjaga sekolah, Nana (56) awalnya tak menyadari bahwa kemunculan tunas yang serupa jantung itu bakal merekah jadi bunga bangkai.

"Waktu pertama lihat, kayak jantung begitu. Tadinya polos saja, tanah biasa saja, buat menaruh sisa bakaran sampah," kata Nana kepada Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Bunga Bangkai Tumbuh di Sekolah, Murid SDN Kayuringin Jaya II Bekasi Tak Perlu ke Kebun Raya Bogor

Nana berujar, ia membiarkan saja "jantung" tersebut tanpa memberinya perhatian khusus. Tiga hari berselang, tunas itu merekah menjadi bunga berukuran besar.

"Baunya sudah dua hari lalu muncul kalau sore ke malam, kayak bangkai tikus gitu. Nah ini banyak lalat karena disobek sama anak-anak," sebut Nana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.