Suhu Panas di Jawa, Benarkah Penyebabnya Hari Tanpa Bayangan?

Kompas.com - 11/09/2019, 18:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - BMKG mengungkapkan bahwa suhu Jawa akhir-akhir ini memang lebih panas daripada biasanya.

Peta suhu maksimum harian Indonesia oleh BMKG bahkan menunjukkan bahwa tiga wilayah dengan suhu terpanas di Indonesia ada di Jawa, yakni Ciputat pada suhu 38 derajat celcius, Tangerang pada suhu 37 derajat celcius dan Jatiwangi pada suhu 36,8 derajat celcius.

Suhu panas ini dikaitkan oleh warganet dengan hari tanpa bayangan yang akan terjadi di Indonesia hingga bulan Oktober.

Untuk diketahui, hari tanpa bayangan adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

Lantas ketika Matahari tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit, bayangan akan terlihat "menghilang" karena bertumpuk dengan pengamat sendiri.

Baca juga: Jawa Memang Sedang Panas, Inilah 3 Kota di Jawa dengan Suhu Paling Panas

Jawaban BMKG

Menurut para pakar BMKG, hari tanpa bayangan memang bisa menyebabkan kenaikan suhu di suatu wilayah. Namun, itu bukan satu-satunya faktor.

Rukman Nugraha selaku peneliti BMKG berkata bahwa secara teoritis, hari tanpa bayangan bisa menyebabkan kenaikan suhu di suatu wilayah karena saat kulminasi utama terjadi, pencahayaan Matahari saat siang hari di wilayah Indonesia menjadi maksimal (tegak lurus).

"Terlebih saat ini sedang musim kemarau di wilayah Indonesia sehingga tutupan awannya minimal," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Senada dengan Rukman; Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, berkata lonjakan suhu maksimum di siang hari memang disebabkan oleh posisi Matahari yang mendekati ekuator di bulan September hingga Oktober.

"Hingga 23 September 2019 nanti, posisi Matahari akan tetap di atas khatulistiwa," katanya.

Baca juga: Terus Bertambah, BMKG Deteksi 2.510 Titik Panas di ASEAN

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X