Kini Hadir, Pohon Jati Platinum Hasil Mutasi Sinar Gamma

Kompas.com - 11/09/2019, 13:08 WIB
Jati platinum DOK.LIPIJati platinum

Baca juga: Kayu Manis Bermanfaat untuk Kesehatan Lambung dan Usus

Lalu tunas itu diperbanyak secara kultur jaringan mencapai 1 satu tunas jadi 200 tunas. Tunas tersebut dijadikan bibit, untuk setelahnya dilakukan penanaman.

Kemudian oleh peneliti dianalisis secara molekular untuk membuktikan terjadi perubahan genetik.

"Selain itu, secara konvensional, pada tanaman buah misalnya, radiasi dilakukan pada batang atas," tukasnya.

Jati kemudian di-grafting dibiarkan tumbuh banyak daun dan tunas, serta akan di-grafting lagi.

Baca juga: Inilah Wujud Roh Jahat 11.000 Tahun Lalu, Patung Kayu dengan 7 Wajah

Tujuannya, dikatakan Witjaksono, yaitu supaya sel meristem yang mengalami mutasi dapat menghasilkan mutan utuh, meskipun begitu memang diakui bahwa cara seperti ini cukup lama dan membutuhkan tempat yang luas.

"Dengan cara baru kultur jaringan, titik tumbuh yang diradiasi lebih mudah dan cepat dibiakkan di dalam laboratorium sehingga mutan yang utuh lebih cepat didapat," ujarnya.

Pohon jati pada umumnya membutuhkan waktu 10-15 tahun untuk dapat digunakan kayunya sebagai kusen

Namun, keunggulan Jati Platinum ini yaitu hanya membutuhkan waktu lima tahun saja untuk bisa dimanfaatkan sebagai kusen. Serta mencapai diameter 30 cm, berbunga dan membesar secara cepat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X