Kabut Asap Melanda, Kenali Gejala ISPA yang Mengintai Anda

Kompas.com - 10/09/2019, 19:07 WIB
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, Kodim 0301 Pekanbaru dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Sabtu (7/9/2019). Kebakaran lahan gambut yang masih terus terjadi membuat Kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Riau kembali terpapar kabut asap. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPetugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, Kodim 0301 Pekanbaru dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Sabtu (7/9/2019). Kebakaran lahan gambut yang masih terus terjadi membuat Kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Riau kembali terpapar kabut asap.

KOMPAS.com - Kabut asap kembali melanda beberapa wilayah Indonesia. Meski tak separah tragedi kabut asap pada tahun 2015 lalu, namun efek samping gangguan pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas ( ISPA) mungkin mulai mengintai.

Oleh karena itu, baiknya Anda mengetahui apa dan bagaimana gejala ISPA terjadi.

Dilansir dari Hellosehat.com, ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Bagian tubuh yang terkena bisa meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

Bagian sistem pernapasan tersebut akan mengarahkan udara yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paru-paru di mana respirasi berlangsung.

Baca juga: Waspadai Penyakit ISPA Saat Mudik

Meskipun ISPA dapat terjadi kapan saja, tapi penyakit ini paling sering terjadi pada musim hujan tepatnya bulan September sampai Maret. Selain itu, juga pada musim kemarau dengan banyaknya kasus karhutla.

Tanda-tanda dan gejala ISPA

Ada beberapa gejala yang kebanyakan tidak Anda sadari. Salah satunya adalah hidung tersumbat dan pilek. Bila Anda mulai merasakan gejala tersebut, segera minum obat dan istirahat di rumah. Bila semakin parah, silakan cek dan periksa ke dokter.

Kedua, batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru. Demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Ketiga, sakit tenggorokan, dan sakit kepala ringan, serta bernapas cepat atau kesulitan bernapas. Keempat, warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen.

Kemudian, gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit dan demam. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Baca juga: BMKG: Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan Berpotensi Meningkat

Anda harus menghubungi dokter Anda jika memiliki gejala yang Anda alami sudah semakin parah seperti berikut: 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X