Tak Perlu Daging, Protein Jamur Tiram Putih Juga Tinggi

Kompas.com - 10/09/2019, 10:06 WIB
Warga Wringinanom Kabupaten Gresik Jawa Timur, Selasa (18/12/2012) memanen jamur tiram putih. Setiap satu kilogram dibeli pedagang Rp 10.000 per kilogram. Setiap satu bag log (botol untuk media budidaya) bisa dipanen hingga delapan kali. Setelah delapan kali petik diganti dengan yang baru, media yang lama digunakan untuk pupuk tananam. 

KOMPAS/ADI SUCIPTOWarga Wringinanom Kabupaten Gresik Jawa Timur, Selasa (18/12/2012) memanen jamur tiram putih. Setiap satu kilogram dibeli pedagang Rp 10.000 per kilogram. Setiap satu bag log (botol untuk media budidaya) bisa dipanen hingga delapan kali. Setelah delapan kali petik diganti dengan yang baru, media yang lama digunakan untuk pupuk tananam.

KOMPAS.com - Jamur tiram putih ternyata memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat dijadikan pengganti protein yang murah meriah.

Dikonfirmasi oleh peneliti bidang Mikrobiologi di Puslit Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Iwan Saskiawan, jamur tiram putih memang memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada sayuran dan buah-buahan.

"Memang dari kandungan proteinnya, jamur masih berada di bawah kandungan protein dari daging dan ikan meskipun masih lebih tinggi dari sayuran dan buah-buahan," ujar Iwan.

Secara ilmu taksonomi jamur dikelompokkan dalam kerajaan (kingdom) tersendiri, selain kingdom Plantae (tumbuhan) dan animalia (hewan).

Baca juga: Ilmuwan Temukan Jamur Penyuka Emas di Australia, Apa Maksudnya?

Ternyata nilai gizi jamur dan tekstur jamur sebagai bahan pangan juga berada di antara keduanya.

"Akan tetapi jamur tidak mengandung kolesterol, yang merupakan senyawa jahat yg merusak kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan," tutur Iwan.

Selain itu komposisi asam amino penyusun protein pada jamur hampir menyerupai hewan, sehingga sangat bagus untuk para vegetarian.

Tekstur jamur juga sangat menyerupai daging, bahkan lebih lembut sehingga apabila dimasak atau diolah bumbu akan meresap dengan sempurna. Kandungan mineral seperti Fe, Se, dan Zn pada jamur juga lebih tinggi dibandingkan daging.

Selain itu jamur juga mengandung senyawa aktif anti diabetes, anti kolesterol danimunomodulator yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Baca juga: Jerawat tak Kunjung Sembuh? Mungkin Jamur Ini Sebabnya

Saat ini para peneliti jamur pangan di Puslit Biologi LIPI sedang mengembangkan jamur yang mengandung senyawa Selenium yang optimum melalui rekayasa media tanam.

Kandungan gizi yang terdapat di jamur ini dilansir oleh LIPI sangat baik untuk membantu perkembangan anak balita tumbuh sehat. Meski jamur jenis ini aman untuk sering dikonsumsi, Iwan menegaskan jamur tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

"Selain itu juga dilakukan penelitian tentang bahan pangan berbasis jamur seperti Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk pencegahan stunting," kata Iwan.

Jika dihitung dalam berat kering, kandungan protein yang terdapat di dalam jamur tiram putih ini terkandung 19,35 persen dan itu lebih tinggi daripada beras yang hanya 7,3 persen, gandum 13,2 persen namun tidak seperti susu sapi yang mencapai 25,2 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X