Kompas.com - 10/09/2019, 09:43 WIB
Ilustrasi tuberculosis (TBC) Bet_NoireIlustrasi tuberculosis (TBC)

Ada kalanya, tuberkulosis baru berkembang berminggu-minggu kemudian setelah terpapar pertama kali. Namun, kuman TBC juga bisa “tertidur” selama bertahun-tahun sebelum munculnya penyakit.

Penyakit ini bisa kembali menjadi aktif jika kondisi sistem kekebalan tubuh melemah akibat bertambahnya usia, kekurangan gizi, gaya hidup tidak sehat, meningkatnya konsumsi alkohol, atau adanya penyakit tertentu seperti HIV atau AIDS dan kanker tertentu yang bisa berakhir pada kematian.

Pengobatan

Obat-obatan merupakan penyembuh yang efektif bagi TBC. Namun, beberapa tahun belakangan terjadi revolusi pada kuman TBC yang menjadi resisten terhadap obat yang biasa digunakan.

Oleh karena itu penting menentukan kepekaan obat anti-tuberkulosis pada setiap kasus yang baru didiagnosis, sehingga setiap kasus bisa ditangani dengan obat yang paling tepat.

Pada penderita TBC aktif, penanganan biasanya dimulai dengan empat obat yakni, isoniazid, rimpafin, pyrazinamid, dan ethambutol. Di laboratorium juga dilakukan evaluasi biakan sputum atau sekret tubuh lain (saliva, keringat, urine, dan cairan tubuh lainnya) atau jaringan untuk menentukan kepekaan bakteri atau ketahanan terhadap setiap obat.

Jika hasil biakan sudah diperoleh dalam waktu 6-8 minggu, dokter bisa mengganti obat yang tidak efektif dengan obat lain.

Ketika pemberian obat dimulai, perbaikan gejala sudah bisa terlihat dalam waktu 2-3 minggu diikuti dengan membaiknya hasil foto toraks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terapi dengan obat ini baru bisa mencapai hasil terbaik jika penderita mengonsumsi obat selama 6-12 bulan agar bakteri TBC benar-benar terbasmi tuntas. Seluruh obat yang digunakan untuk TBC memiliki efek samping yaitu hepatitis dan sakit kuning.

Baca juga: Anjing Serang ART Hingga Tewas, Kenali Gejala hingga Pencegahan Rabies

Pencegahan

Jika hasil tes kulit tuberkulin positif, terutama jika Anda baru kontak langsung dengan seorang penderita TBC, dokter akan mempertimbangkan pemberian isoniazitd untuk mengurangi risiko aktifnya TBC.

Obat ini harus diminum selama 9 bulan. Dokter juga akan mempertimbangkan untuk memberikan obat yang serupa pada orang-orang terdekat Anda, yaitu pada orang terdekat seperti keluarga atau orang lain yang tinggal bersama Anda. (Hana Nushratu)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X