Kompas.com - 09/09/2019, 19:38 WIB
Sabtu, (10/8/2019), Asteroid 2006 QQ23 yang ukurannya 4 kali lipat lebih besar dari Monas akan terbang melintasi Bumi, tapi ini bukan ancaman untuk kita. Sabtu, (10/8/2019), Asteroid 2006 QQ23 yang ukurannya 4 kali lipat lebih besar dari Monas akan terbang melintasi Bumi, tapi ini bukan ancaman untuk kita.

KOMPAS.com - Tiga asteroid melintasi bumi hari ini dan tercatat berjarak sangat dekat dengan Bumi.

Tiga asteroid ini telah diprediksi oleh NASA, khususnya Center for Near Earth Object Studies (CNEOS).

Diberitakan sebelumnya, asteroid pertama yang melintasi bumi, dinamakan 2019 QZ3, memiliki panjang 67 meter dengan kecepatan 16.700 mil/jam. Asteroid ini melintasi bumi pukul 06.49 Eastern Daylight Time (EDT), atau pukul 05.49 waktu Jakarta.

Asteroid kedua dinamakan 2019 RG2, dengan panjang 20 meter dan kecepatan hampir 50.000 mil/jam. Diperkirakan asteroid kedua ini akan melintasi bumi pukul 15.13 EDT, atau pukul 14.13 waktu Jakarta.

Di belakang 2019 RG2 terdapat asteroid ketiga, yang dinamakan 2019 QY4. Asteroid ini melintasi bumi dengan kecepatan 17.380 mil/jam, dan panjang 15 meter. Asteroid terakhir ini akan melintas sekitar pukul 21.10 EDT atau pukul 20.10 waktu Jakarta.

Baca juga: 3 Asteroid Melintasi Bumi Hari Ini, Terdekat Sepanjang Sejarah

Dilansir Live Science, Rabu (4/9/2019), dalam tata surya ada miliaran, atau mungkin triliunan benda langit yang mengorbit matahari. Ada komet, asteroid, meteorid, dan yang mencapai Bumi adalah meteor atau meteorit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, apa beda asteroid, komet, dan meteor? Mari kita bahas satu persatu-satu.

Asteroid

Ilustrasi asteroid Ilustrasi asteroid

Asteroid disebut juga planet minor atau planetoid. Asteroid berukuran lebih kecil dibanding planet, tapi lebih besar dibanding meteorid.

Asteroid terkecil ukurannya satu meter dan asteroid terbesar, Ceres, diameternya 950 kilometer atau hampir seperempat Bumi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lawan Omicron, Antibodi Penetralisir Vaksin Pfizer Turun 41 Kali Lipat

Lawan Omicron, Antibodi Penetralisir Vaksin Pfizer Turun 41 Kali Lipat

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.