Kompas.com - 09/09/2019, 19:06 WIB
Penampakan Kampung Kusta di Tangerang. Gambar diambil pada Selasa (20/8/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenampakan Kampung Kusta di Tangerang. Gambar diambil pada Selasa (20/8/2019).

"Kan bakteri kusta ini ataupun bakteri penyakit lain itu sangat mudah menyerang kalau daya tahan tubuh sedang tidak baik, Ya kayak orang kebanyakan di Jakarta yang lelah kerja, lelah macet, timbul stres dan lainnya, jadi imunitasnya berkurang. Itu bisa sekali memicu siapa saja terinfeksi bakteri apa pun," imbuh dr Dini.

3. Penyakit orang dewasa dan manula

Dinyatakan oleh dr Dini, kusta dapat dialami oleh segala jenjang usia, baik itu anak-anak, dewasa atau manula.

Meski demikian, memang golongan usia dewasa 20-40 tahun adalah yang paling banyak terkena penyakit kusta, khususnya di Indonesia.

Baca juga: Perjuangan Hidup Abdul Wahab, Tak Patah karena Kusta

Lalu, jika melihat pada perbandingan antara wanita dan pria, kasus kusta pada pria lebih banyak dibandingkan kasus kusta yang terjadi pada wanita.

4. Penderita kusta perlu dikucilkan

Ditegaskan oleh dr Dini, hal yang paling dibutuhkan oleh seorang pasien kusta adalah dukungan dan motivasi dari keluarga agar patuh menjalani pengobatan.

Baca juga: Waspada Gejala Kusta Sebelum Alami Cacat Tubuh Permanen

Dokter Dini mengakui bahwa di era modern pun, banyak masyarakat yang menganggap kusta sebagai penyakit kuukan sehingga penderitanya sering dikucilkan dan menerima perlakuan diskriminatif.

Lalu kalaupun tidak memercayai mitos di atas, banyak orang mengira kusta sebagai penyakit yang luar biasa menular sehingga merasa jijik dan menghindari penderita kusta.

"Makanya masih banyak masyarakat di kita (Indonesia) sendiri yang malu kalau ketahuan kusta, itulah (alasan) mereka rela berobat keluar daerah karena malu dikucilkan dan dijauhi oleh teman ataupun tetangga dan kerabatnya," kata dr Dini.

Baca juga: Penyebab dan Penyebaran Kusta yang Perlu Anda Ketahui

"Sama kayak dulu, stigma orang memandang HIV-AIDS itu perlu dijauhi atau dihindari (karena) takut menular, atau jijik dan lainnya. Sekarang, stigma itu sudah mulai bergeser. Mereka yang terkena HIV-AIDS sudah dianggap punya hak sosial yang sama. Inilah yang perlu diberlakukan juga pada penderita kusta," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.