Kompas.com - 09/09/2019, 08:04 WIB
Juleha (34), eks penderita penyakit kusta di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJuleha (34), eks penderita penyakit kusta di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya.

"Juga ada yang enggak muncul kusta itu di kulit, tapi pas lihat sarafnya itu ada benjolan, atau mati rasa bagaian tubuhnya tangan atau kaki. Tapi banyak dari mereka (penderita) itu mikirnya biasanya aja, toh gak sakit, jadi dibiarkan. Bahkan ada yang sampai mengalami stroke, pasien itu periksa karena stroke katanya, eh ternyata ditelusuri dokternya itu karena kusta," jelas Dini.

Diakui Dini, bakteri atau kuman yang menyebabkan kusta ini tidak menyebabkan kematian seperti bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan tuberkulosis atau TBC.

"Karena gejala yang ada itu biasanya tidak sakit, makanya banyak masyarakat yang menganggap itu tidak jadi masalah besar. Ya selama menurut mereka tidak mengganggu aktivitas mereka saja, kalau sakit nah baru banyak yang periksa," imbuh Dini.


Jika gejala kusta tersebut tidak segera ditangani dan disembuhkan, maka penderita akan mengalami cacat tubuh yang buruknya bisa permanen. Terutama jika kusta tersebut memiliki komplikasi terhadap gangguan penyakit yang lain.

"Saya akui itu bakteri (kusta) tidak mematikan kayak bakteri TBC, tetapi kalau sudah parah kustanya dan enggak segera diobati, bukan tidak mungkin selain cacat tubuh (yang) permanen, juga bisa menyebabkan kematian karena bisa jadi ada komplikasi dengan bakteri atau kuman dari penyakit lainnya juga," jelas Dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.