Ingin Hidup Lebih Lama? Coba Jadi Orang Optimis

Kompas.com - 07/09/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi traveling ShutterstockIlustrasi traveling

KOMPAS.com - Sebuah studi menemukan orang yang optimis cenderung akan hidup lebih lama daripada mereka yang tidak optimis. Kesimpulan ini berasal dari penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 69.000 wanita berusia 58-86 tahun dan lebih dari 1.400 pria berusia 41 hingga 90 tahun.

Pada awal penelitian, partisipan (yang semuanya berada di Amerika Serikat) menjawab pertanyaan untuk mengukur seberapa besar optimisme mereka. Seperti “saya berharap lebih banyak hal baik yang terjadi pada saya daripada hal buruk.”

Ditemukan bahwa orang-orang dengan tingkat optimisme 50-70 persen lebih mungkin untuk hidup sampai 85 tahun atau lebih, dibandingkan dengan yang tidak. Terlebih lagi, orang yang paling optimis memiliki masa hidup rata-rata sekitar 11 persen hingga 15 persen lebih lama daripada yang tidak optimis.

Baca juga: 4 Cara untuk Hidup Lebih Sehat pada Akhir Pekan

Hal ini ditemukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hubungan, termasuk apakah peserta memiliki kondisi seperti penyakit jantung atau kanker, atau mengalami depresi.

Optimisme dapat menumbuhkan kebiasan yang meningkatkan kesehatan dan resistensi terhadap impuls yang tidak sehat,” tulis para penulis dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, seperti dikutip dari Live Science.

Namun, penelitian ini hanya menemukan asosiasi saja dan tidak dapat ditemukan bahwa optimisme menyebabkan hidup lebih lama. Karena memang, studi ini melibatkan orang kulit putih dengan status sosial dan ekonomi tinggi.

Selain itu, penelitian ini juga tidak memperhitungkan semua faktor yang mempengaruhi tingkat optimisme seperti kehilangan pekerjaan atau ditinggalkan orang yang dicintai, yang juga mempengaruhi hasil.

Dan beberapa studi menunjukkan bahwa kegiatan seperti menulis singkat, meditasi atau terapi dapat meningkatkan optimisme seseorang. Tapi dibutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat apakah peningkatan optimisme berpengaruh kepada kesehatan baik untuk jangka pendek maupun panjang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X