Kompas.com - 06/09/2019, 12:06 WIB
Foto penampakan monster Loch Ness ini diambil Peter MacNab pada 29 Juli 1955 di dekat kastil Urquhart. Foto ini pertama kali dipublikasikan oleh mingguan Weekly Scotsman pada 23 Oktober 1955. Setelah itu berulang kali dimuat dalam berbagai buku soal monster Loch Ness. Peter MacNabb/Weekly Scotsman/WikipediaFoto penampakan monster Loch Ness ini diambil Peter MacNab pada 29 Juli 1955 di dekat kastil Urquhart. Foto ini pertama kali dipublikasikan oleh mingguan Weekly Scotsman pada 23 Oktober 1955. Setelah itu berulang kali dimuat dalam berbagai buku soal monster Loch Ness.

KOMPAS.com – Danau bernama Loch Ness di Skotlandia tersohor oleh legenda monster bawah airnya. Beberapa foto yang beredar menunjukkan sosok ini pernah sesekali muncul di permukaan air.

Namun, penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa mahluk yang disangka monster tersebut bisa jadi merupakan belut raksasa. Ini karena terdapat DNA belut yang sangat berlimpah dalam sampel air danau tersebut.

“Terdapat DNA belut dalam jumlah yang sangat signifikan. Data kami tidak bisa menjelaskan ukuran mereka, namun kuantitasnya membuktikan bahwa terdapat kemungkinan adanya belut raksasa,” tutur Profesor Neil Gemmel, ahli genetic dari University of Otago seperti dikutip dari The Independent, Kamis (5/9/2019).

Model monster yang ditemukan di dasar danau Loch Ness, Skotlandia.BBC News Model monster yang ditemukan di dasar danau Loch Ness, Skotlandia.

Selain air dari Loch Ness, sekelompok peneliti dari Selandia Baru juga mengumpulkan 250 sampel air danau dari berbagai belahan dunia. Mayoritas sampel juga memiliki DNA belut dengan kuantitas cukup signifikan.

“Meski begitu kami tidak bisa meminta orang percaya bahwa monster di Loch Ness adalah belut raksasa. Para penyelam yang pernah menyelami Loch Ness melihat belut seukuran kaki mereka. Kemungkinan adanya belut raksasa itu besar,” lanjut Neil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilihat dari kacamata sains, apakah mungkin belut bisa tumbuh sedemikian besar hingga disebut sebagai raksasa?

“Sebagai ahli genetik, saya paham betul soal mutasi. Jika belut bisa berukuran lebih besar dari ukuran normal, maka bukannya tidak mungkin sesuatu bisa tumbuh jauh lebih besar dibanding ukuran aslinya,” tutur Neil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
Laporan Awal, Varian Omicron 'Lebih Ringan' Dibanding Varian Delta

Laporan Awal, Varian Omicron "Lebih Ringan" Dibanding Varian Delta

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.